
MERAWAT TRADISI: Philips Budi Swasono berlatih menabuhkan gamelan bersama warga di rumah Ki Harjono Sunjoyo. (FRIZAL KURNIAWAN/JAWA POS)
GOTONG ROYONG menjadi cara paling mudah untuk menyatukan keberagaman. Menanggalkan embel-embel agama dan profesi, warga menyingsingkan lengan untuk kepentingan bersama.
"Dari dulu kami sudah melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Pada 2017 launching Kampung Pancasila. Tahun ini ditetapkan sebagai Kampung Pancasila,” ungkap Philipus Budi Swasono, perangkat Desa Kapencar, saat ditemui Jawa Pos pada Rabu (9/8).
Di desa yang terdiri atas Dusun Kapencar dan Dusun Sontoyanan itu, tradisi warisan leluhur masih tetap lestari. Kenduri, memetri, gugur gunung, tledekan, dan tayub masih mewarnai kehidupan bermasyarakat sekitar 5.800 warga.
Kesenian menjadi pengikat warga yang mayoritas adalah petani tembakau itu. Jawa Pos menyaksikan sendiri antusiasme para ibu berlatih karawitan di rumah Ki Harjono Sunjoyo. Mereka menyempatkan menabuh gamelan di sela kesibukan panen raya tembakau di Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Tembang yang mereka mainkan siang itu adalah Gugur Gunung. Lirik lagu tersebut menggambarkan tentang gotong royong.
"Kalau punya gamelan, tapi tidak mengumpulkan penabuh, ya tidak bisa bunyi. Ini juga sebagai jalan kerukunan dan persatuan karena orang-orang berkumpul untuk berkesenian,” terang Harjono.
Sehari-hari pria yang dikenal sebagai dalang itu menularkan ilmu karawitan dan pedalangan kepada warga desa. Selain ibu-ibu, dia mengajari anak-anak putus sekolah. Syaratnya hanyalah mau dan punya waktu. Tidak ada kriteria berdasar agama, jenjang pendidikan, umur, dan jenis kelamin. Semua bisa menjadi penabuh.
Selain karawitan, masyarakat Kapencar masih nguri-uri kesenian tradisional lain seperti tari topeng dan jaran kepang (kuda lumping). Kemajemukan Desa Kapencar diangkat Deska Mahendra ke dalam serangkaian film dokumenter. Belum lama ini, film berjudul Tatanan Hidup Baru terpilih sebagai nomine terbaik Festival Film Dinas Kominfo Wonosobo.
’’Film ini merekam pelaksanaan protokol kesehatan di tempat ibadah di tempat kami. Masjid, gereja, dan wihara,” kata Deska yang merupakan penduduk asli Kapencar.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
