Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Februari 2022 | 23.30 WIB

Perjuangan Indri Syafira Bantu Merawat Penyandang Neurofibromatosis

SEPERTI ANAK SENDIRI: Riqi bersama Indri Syafira saat berada di rumahnya Jalan MT Haryono, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi. (Bagus Rio/RaBa) - Image

SEPERTI ANAK SENDIRI: Riqi bersama Indri Syafira saat berada di rumahnya Jalan MT Haryono, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi. (Bagus Rio/RaBa)

JawaPos.com - Rasa empati Indri Syafira, 36, warga Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, muncul setelah melihat kondisi Muhammad Riqi pada 2019 lalu. Riqi yang masih berusia 11 tahun divonis menderita neurofibromatosis. Riqi tercatat sebagai warga Desa Segobang, Kecamatan Licin.

Perjuangan hidup Muhammad Riqi begitu berat. Selama delapan tahun dia menderita neurofibromatosis atau kelainan genetik yang muncul pada kulit dan bagian tubuh lainnya. Segala cara pengobatan telah ditempuh.

Anak yatim piatu itu hidup sebatang kara sejak orang tuanya meninggal. Selama delapan tahun, Riqi diasuh oleh neneknya dan hanya mengandalkan belas kasihan orang lain. Bukan hanya itu, selama delapan tahun itu pula, Riqi harus keluar masuk ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Tak jarang Riqi harus menjalani perawatan di RS Soetomo, Surabaya.

Tahun 2019 lalu, nenek Riqi tidak sanggup lagi merawatnya. Sampai akhirnya, Indri Syafira yang melihat kondisi Riqi tersebut langsung merasa simpati. Ibu dua anak tersebut akhirnya meminta Riqi untuk bisa dirawat. Dengan persetujuan nenek dan Pemerintah Desa (Pemdes) Segobang, Riqi akhirnya dibawa Indri untuk diasuh layaknya anak kandungnya sendiri.

Perjuangan single parent tersebut merawat Riqi cukup tertatih-tatih. Hasil membuka toko parsel dan bucket tidak cukup untuk merawat Riqi. Indri pun menempuh cara dengan menggalang dana kemanusiaan. ”Sejak tahun 2019, saya menggalang donasi untuk perawatan Riqi. Sakit yang dideritanya semakin parah dan harus dirawat di RS Soetomo Surabaya,” kata Indri sepeti dikutip Radar Banyuwangi.

Riqi sebelumnya didiagnosis dengan empat penyakit yang dideritanya, yaitu hidrosefalus, kanker mata, kanker otak, dan radang otak. Penyakitnya cukup parah saat Riqi menginjak usia dua tahun. ”Sekarang hanya diagnosis satu penyakit saja, yaitu neurofibromatosis,” katanya.

Meski begitu, perawatan masih tetap dilakukan. Setidaknya sebulan sekali, Indri harus memeriksakan Riqi ke RS Dr Soetomo. ”Mau tidak mau saya yang mengantarkan ke Surabaya,” ujarnya.

Bagi Indri, Riqi sudah dianggap sebagai anak kandungnya sendiri. Kedua anak Indri awalnya menolak keras kehadiran Riqi. Setelah diberi penjelasan, kedua anak kandungnya akhirnya bisa menerima. ”Saya hanya bilang jika Riqi saudaranya. Jadi harus saling menyayangi,” pesan Indri kepada kedua anaknya.

Perjuangan Indri tidak hanya sampai di situ saja. Untuk meringankan biaya perawatan Riqi, dia mendapat bantuan salah satu anggota DPR RI. Di mata Indri, wakil rakyat tersebut dianggap berbaik hati karena sudi membantu perawatan Riqi. ”Saya dibantu untuk mengakses ke RS dr Soetomo. Direktur rumah sakit langsung mengawal saya untuk melakukan perawatan Riqi,” ungkapnya.

Indri bukan hanya mencukupi kebutuhan perawatan Riqi. Anak asuhnya tersebut juga disekolahkan di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Anmoerty. ”Semua anak saya, tentunya saya samakan. Tidak ada yang saya beda-bedakan, termasuk kasih sayang yang saya berikan kepada mereka,” kata wanita yang juga aktif di organisasi sosial ini.

Indri berharap penyakit yang diderita Riqi bisa sembuh dan Riqi bisa hidup normal bersama anak-anak sebayanya. ”Riqi anaknya penurut. Saat kelelahan menunggu di rumah sakit, dia tidak pernah mengeluh sama sekali,” tuturnya.

Selain bantuan dari anggota DPR RI, sejumlah relawan juga banyak mengulurkan tangan demi perawatan Riqi. Di antaranya Yayasan Insan Bumi Mandiri dan seorang relawan di Surabaya bernama Royzaq Haramain. Keduanya totalitas membantu perawatan Riqi selama berada di Surabaya. ”Alhamdulillah, masih banyak yang peduli dengan Riqi sehingga cukup terbantu,” kata Indri.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore