Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 November 2016 | 04.16 WIB

Eunike Nugroho, Pelukis Botani yang Karyanya Mulai Diakui Dunia, Hiasi Buku The Genius of Birds

DARI HOBI: Eunike Nugroho di studio lukisnya di Jogja. Foto kanan, botol- botol wine produk Spanyol dengan gambar karya Eunike pada labelnya. - Image

DARI HOBI: Eunike Nugroho di studio lukisnya di Jogja. Foto kanan, botol- botol wine produk Spanyol dengan gambar karya Eunike pada labelnya.

Melukis tanaman. Mungkin terdengar sangat biasa. Malah kurang menarik bagi sebagian orang. Tapi, bagi Eunike Nugroho, seni botani adalah passion-nya. Dia pun menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam pameran 15th International Exhibition of Botanical Art & Illustration di AS.





ANDRA NUR OKTAVIANI, Jogjakarta





SALAH  satu pameran seni dan ilustrasi botani terbesar di dunia, 15th International Exhibition of Botanical Art & Illustration, berlangsung di Pittsburgh, Amerika Serikat, 15 September–15 Desember 2016. Ada 43 karya dari 43 seniman dan ilustrator botani dari 15 negara yang dipamerkan dalam ajang tiga tahunan itu.



Di antara 43 seniman tersebut, terdapat nama Eunike Nugroho. Dia merupakan satu-satunya pelukis botani dari Indonesia dalam event itu. Bagi perempuan yang biasa dipanggil Keke tersebut, mengikuti pameran itu seolah mimpi di siang bolong.



Sebab, saat mulai menyelami seni lukis botani sekitar empat tahun lalu, tidak pernah terpikir dalam benak Keke akan memamerkan karyanya. Apalagi ini pameran internasional.



’’Saya mengawali seni ini sebagai hobi. Untuk mengisi waktu. Tidak lebih dari itu,’’ kata Keke ketika ditemui di rumahnya di Jogja pekan lalu.



Kenyataannya, karya Keke berhasil mencuri perhatian Hunt Institute for Botanical Documentation, penyelenggara pameran itu. Dia direkomendasikan komunitas seniman botani di Sheffield, Inggris. Tak heran bila kemudian Keke terkejut mengetahui bahwa pameran tersebut berlevel dunia.



Keke mengungkapkan, di tempat acara, Pittsburgh, AS, dirinya bertemu peserta konferensi dari berbagai negara. ’’Saya diperkenalkan sebagai peserta pameran yang diprakarsai Hunt. Mereka pun lalu ngasih selamat dengan antusias.’’



Meski begitu, Keke tetap belum menyadari bahwa pameran seni botani itu sekeren yang dikatakan para peserta konferensi yang ditemuinya. ’’Ada yang bilang, kamu tuh di langit. Dan, kami mesti memandang ke atas sana, pengin juga seperti kamu,’’ ungkap Keke menirukan ucapan seorang peserta konferensi.



International Exhibition of Botanical Art & Illustration sudah berlangsung sejak 1960-an. Pameran itu merupakan satu di antara dua pameran seni botani terbesar di dunia. Satu lagi ada di London. Pesertanya hanya punya satu kesempatan tampil. Kalau sudah di AS, dia tidak bisa ikut pameran di London.



Karena itu, Keke tidak mau menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut. Sebagai satu-satunya peserta dari Indonesia, dia membawa misi untuk mengenalkan flora Indonesia ke mata dunia. Anggrek jadi pilihan.



Dia lalu berburu anggrek di kawasan wisata Kaliurang, Sleman, Jogjakarta. Ada tiga lukisan anggrek yang diusulkan Keke ke penyelenggara. Namun, hanya satu karya yang dipilih.



’’Proses seleksinya berlangsung selama setahun,’’ jelasnya.



Keke merasa makin tersanjung karena digolongkan seniman botani newbie (pendatang baru) yang terpilih dalam pameran tersebut. Dia baru empat tahun mendalami seni tersebut. Itu pun tidak disengaja.



Keterlibatan Keke dalam seni botani berawal dari kepindahan suaminya ke Sheffield, Inggris. Saat itu Keke mengikuti sang suami yang tengah menuntut ilmu di sana.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore