Jenderal, Rocker, dan Bintang-Bintang Dunia di Liga Indonesia (1)
Jangankan kenal, lagu-lagu Dave Mustaine pun tak ada dalam playlist Dave Mustaine. Wiranto pernah mempertimbangkan ganti nama agar orang lebih fokus ke performanya, bukan sibuk menanyakan, ”Kamu apanya Pak Wiranto?”
FARID S. MAULANA, Jakarta,
Jawa Pos
---
BISA nyanyi Family Tree?
Nggak bisa.
Apa yang membuatmu dulu keluar dari Metallica?
Nggak tahu.
Lalu, terus kamu ini Dave Mustaine yang manaaa...
Percayalah, Dave Mustaine sendiri juga sama jengkelnya diberondong pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Sebab, dia memang bukan Dave Mustaine –eh iya ding dia Dave Mustaine–, cuma bukan Om Dave yang di Amerika sana.
Om Dave yang di Amerika sana adalah David Scott Mustaine, vokalis sekaligus gitaris band heavy metal Megadeth. Sudah 59 tahun usianya, pernah sebentar jadi gitaris Metallica.
Sementara itu, Dave yang di sini pemain sepak bola, baru 27 tahun umurnya. Jangankan kenal, di playlist di gawainya pun tak pernah ada lagu-lagu Megadeth seperti The Skull Beneath the Skin, Family Tree, atau Trust.
”Waktu saya lahir, ibu bingung ngasih nama apa. Akhirnya Om yang suka musik-musik keras yang kasih nama Dave Mustaine,” kenangnya.
Liga 1 dan Liga 2 boleh batal tergelar tahun ini. Tapi, dua kompetisi sepak bola strata teratas di tanah air itu tetap mendatangkan banyak cerita dan hiburan lewat sebagian nama para pesepak bola di dalamnya.
Ada Dave Mustaine, ada juga Jon Bon Jovi yang dulu sama-sama dimatangkan di kompetisi internal Persebaya. Selain para rocker kelas wahid, ada jenderal serta ”infanteri” dan ”bhayangkara”. Yang mirip bintang-bintang sepak bola dunia? Buanyaak.
”Saya baru ngerti nama Dave Mustaine itu terinspirasi dari siapa pas SMP. Sempat kaget itu legenda musik,” kenang gelandang Arema FC itu.
Terbebani? Lebih pada bosan karena berkali-kali dihujani pertanyaan sama oleh banyak orang. Otomatis harus berkali-kali menjelaskan, ”Aku lho senengnya lagu pop mellow yag romantis.”
Wiranto senasib dengan Dave. Ada hubungan saudara dengan Jenderal Wiranto? Kenapa dulu diberi nama itu? Pernah ketemu orangnya?
Itulah sebagian pertanyaan ”wajib” yang ditanyakan siapa saja yang baru kenal bek tengah Borneo FC tersebut. ”Abang mungkin orang keseribu yang nanya soal nama,” katanya, lantas tergelak saat dihubungi Jawa Pos pada Jumat dua pekan lalu (23/10).
Wiranto sampai pernah terpikir untuk ganti nama. Sebab, dia khawatir orang jadi lebih sibuk menyelidiki namanya ketimbang menonton penampilannya di lapangan.
”Tapi, kemudian saya pikir, ah sudahlah, ini nama pemberian orang tua. Disyukuri saja,” sambung pemain kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur, 14 November 1999, itu.
Wiranto pemain muda berbakat. Berposisi sebagai bek tengah, dia baru saja dipromosikan ke skuad utama Borneo FC.
Photo
CERITA DI BALIK NAMA: Kiri, Dave Mustaine yang akrab dengan Megadeth, band yang dikomandoi Dave Mustaine. NAMA: Wiranto dan jersey yang dikenakannya di Borneo FC. (ANGGER BONDAN/JAWA POS-WIRANTO FOR JAWA POS)
Dia mengaku sangat sering bertanya alasan kedua orang tuanya menamai dirinya Wiranto. Jawaban yang sama selalu didapat. Tidak berubah sedikit pun. ”Katanya, saat itu nama Pak Wiranto sedang naik-naiknya. Saya lahir tahun 1999, nama beliau lagi benar-benar dikenal saat itu katanya,” jelasnya.
Di tahun itu, masa peralihan Orde Baru ke Orde Reformasi, Wiranto masih menjabat panglima TNI. Pria kelahiran Jogjakarta, 73 tahun silam, itu juga pernah menduduki jabatan menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan di periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Baca juga:
Padahal, di keluarga inti Wiranto, tak ada jejak militer sama sekali. ”Di antara empat bersaudara pun, hanya saya yang namanya seperti ini,” tuturnya, lantas tertawa lagi.
Tapi, dia tak mau menjadikan itu sebagai beban. Akan dibuktikannya bahwa namanya juga bisa dikenal luas, sama seperti Wiranto yang ”asli”.
Hanya, tentu yang menggodanya karena urusan nama juga tetap ada. ”Senior di tim (Borneo FC) pernah tanya nama kamu siapa, saya jawab ’Wiranto’. Dia tanya lagi, nama panjang kamu siapa, saya jawab ’Wiranto saja’. Eh, dia gantian bilang, ya sudah namamu ’Wiranto Saja’,” kenangnya, lantas tertawa.
Begitu pula Dave Mustaine. Si paman yang dulu memberinya nama ala rocker juga tak pernah kenal lelah mengajaknya menyukai Megadeth atau band metal lain.
Tapi, ya tidak pernah berhasil. ”Wong aku suka musik remix, dangdutan, atau kadang juga musik rohani,” ujarnya.
Barangkali Dave bisa mempertimbangkan saran dari senior Wiranto di Borneo FC. ”Wiranto” jadi ”Wiranto Saja”. Mantan pemain PSS Sleman itu mungkin bisa mencoba berganti jadi ”Bukan Dave Mustaine”.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=3HSTYxnaD9E&ab_channel=jawapostvofficial