
Masyarakat menunggu kabar dari pencarian KM Sinar Bangun
JawaPos.com - Riko Saputra, salah seorang penumpang KM Sinar Bangun menjadi korban selamat. Jiwanya terselamatkan karena berkat kemampuan berenang yang dimiliki.
Dia mengungkapkan, sebelum terbalik, KM Sinar Bangun sempat oleng ke sebelah kanan. Dari atas kapal, air danau bisa dijangkau dengan tangan sehingga menguatkan dugaan kelebihan muatan.
"Awalnya air tidak begitu berombak. Tetapi, sampai di tengah, ombak mulai besar ditambah angin kencang," ujar Riko kepada Metro Siantar (Jawa Pos Group) saat dirawat di Puskesmas Simarmata.
Karena banyak kereta (sepeda motor) yang oleng ke kanan dan tidak bisa balik lagi, lanjut Riko, kapal pun akhirnya terbalik. Riko berjuang keluar dari dalam kapal melalui jendela berukuran kecil. Dengan kemampuan berenang, dia bisa lolos dari maut dan berhasil naik ke permukaan bersama sejumlah orang lainnya.
"Sebagian besar yang selamat itu memegang helm, jadi posisi masih bisa mengapung. Itu pun kalau penyelamat tidak segera datang, kami tidak tahu lagi sampai berapa lama bisa bertahan," katanya.
Hal senada diungkapkan Sandri Marianto Sianturi. Bahkan, kata dia, kelebihan muatan bisa dirasakan saat kapal berjalan. Saat itu dia bisa menjangkau permukaan air danau karena posisi lantai kapal tenggelam lebih dalam.
"Biasanya dari atas kapal itu, air danau tidak bisa kita jangkau pakai tangan. Tetapi ini, lantai kapal itu dekat dengan air. Berarti ini sudah terlalu banyak muatannya," ungkapnya.
Sandri menambahkan, sebelum berangkat, dirinya bertanya kepada anak buah kapal terkait beban penumpang yang diperkirakan melebihi kapasitas.
"Saya sudah tanya, aman nggak ini kalau terlalu banyak muatannya. Tapi, dia (awak kapal) cuma senyum aja dan bilang aman, udah biasa seperti ini. Apalagi, kan sebelumnya (dari Tigaras) seperti ini juga (ramainya), tetapi ombak tidak begitu besar," sebutnya.
Tragedi di Danau Toba itu juga membawa duka bagi keluarga besar Maya Oktavianti di Binjai dan keluarga besar Nainggolan di Medan.
Tujuh anggota keluarga Maya, warga Jalan Gunung Bendahara, Lingkungan I, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan, ikut hilang. Itu terungkap setelah tim SAR menyebarluaskan penemuan KTP Maya dalam tas di lokasi karamnya kapal.
Erwin, warga sekitar rumah Maya, mengatakan, Maya berangkat berwisata bersama keluarganya ke Danau Toba. Selain Maya, ada Burhan (ayah), Fahrianti (ibu), Dika (anak), dan beberapa orang lainnya.
"Sekeluarga berangkat tujuh orang. Tidak ada titip pesan, hanya bilang bahwa bapak pergi. Mereka titip kunci sama saya," kata Erwin.
Erwin melanjutkan, dirinya sudah menghubungi Burhan, ayah Maya. Sayang, panggilan melalui telepon seluler tersebut tidak mendapat jawaban.
Sementara itu, 12 anggota keluarga marga Nainggolan dari Medan juga ditengarai hilang dalam kejadian tersebut. Persatuan Marga Nainggolan yang prihatin mengerahkan bantuan untuk mencari para korban.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
