Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2019 | 21.22 WIB

Teka-teki Kematian Masal Hiu di Penangkaran Karimunjawa

TRAGIS: Bangkai hiu-hiu di dua kolam penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Jepara, mati mendadak. Bangkai ini kemudian dibakar agar tak menyebarkan penyakit. - Image

TRAGIS: Bangkai hiu-hiu di dua kolam penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Jepara, mati mendadak. Bangkai ini kemudian dibakar agar tak menyebarkan penyakit.

Hasil pemeriksaan sampel daging hiu dan air dari penangkaran masih harus ditunggu tiga pekan lagi. Ada perbedaan jumlah yang tewas antara versi si pemilik dan Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa.


FEMY NOVIYANTI, Jepara - TAUFIQURRAHMAN, Jakarta


---


DARI Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, perjalanan itu dimulai. Untuk menemui hiu, di kepulauan yang "kremun-kremun" nun di sana.


Tjoen Ming otomatis harus mempersiapkan bekal sebaik-baiknya. Sebab, perjalanan tersebut butuh belasan hari. Maklum, yang digunakan perahu layar.


Perjalanan penuh perjuangan itu harus dia lakukan dua pekan sekali.


"Dulu susah (transportasi, Red), tidak seperti sekarang ini," kata Tjoen Ming kepada Jawa Pos Radar Kudus.


Begitulah pria asal Semarang tersebut mengawali perjuangannya menangkar hiu di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah, akhir 1960-an. Sampai membesar hingga akhirnya menjadi salah satu daya tarik wisata ke kepulauan yang berada di wilayah Jepara itu.


Tapi, kini penangkaran yang dia kelola dengan "berdarah-darah" tersebut menghadapi problem besar. Puluhan ekor hiu karang hitam (Carcharhinus melanopterus) dan hiu karang putih (Triaenodon obesus) yang ditangkar mati misterius.


Hingga kemarin (20/3) penyebab kematian mendadak hiu-hiu itu masih misterius. Masih harus menunggu hasil uji laboratorium di Jogjakarta sekitar 21 hari atau tiga pekan lagi. "Sampel daging hiu dan air baru saya kirim ke laboratorium kurang dari sepekan. Jadi, masih harus menunggu (hasilnya)," kata Tjoen Ming kemarin.


Kematian mendadak hiu-hiu itu terjadi pada Kamis (7/3) lalu. Sekitar pukul 04.00. Saat salah seorang penjaga di kolam penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar bangun hendak ke kamar kecil.


Melihat hiu-hiu menggelepar, penjaga tersebut langsung membangunkan penjaga lainnya. Tak lama kemudian hiu-hiu itu sudah mati. Ikan-ikan kecil dan terumbu karang di dua kolam tersebut juga ikut mati. "Sekitar pukul 05.00, penjaga melaporkan kejadian itu kepada saya melalui telepon," kata Tjoen Ming yang ketika kejadian itu tidak berada di tempat.


Tjoen Ming melanjutkan, semua hiu dari dua kolam penangkaran mati. Jumlahnya, versi si pemilik, mencapai 100 ekor. Tapi, tim BTN Karimunjawa yang mengecek ke lokasi mengatakan, jumlah hiu yang tewas 40 hingga 50 ekor.


Hiu-hiu yang mati itu, jelas Tjoen Ming, indukan semua. Usianya kira-kira 40 tahun. "Kalau hiu yang anakan selalu saya pindah dan tempatkan di kolam terpisah di bagian belakang. Supaya tidak berebut makanan. Hiu anakan semuanya masih hidup."


Tjoen Ming sudah melaporkan kasus tersebut ke polisi. Sedangkan untuk uji laboratorium, pihaknya telah mengirim sampel berupa 4 potong daging hiu, 2 botol air dalam kolam, serta 2 botol air luar kolam. Sementara itu, hiu dan ikan lainnya yang mati sudah dimusnahkan dengan cara dibakar.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore