
Abdul saat dirawat oleh petugas Puskesmas setempat.
Hanya ada lantai semen, piring plastik dan botol air mineral saat Abdul ditemukan. Untuk makan buang air, semua dilakukan Abdul dalam ruangan berukuran sekitar 2x2 meter yang diberi ventilasi dan berdinding seng.
Prayugo Utomo, Medan, Sumatera Utara
KISAH Abdul Jalil, laki-laki berusia 68 tahun viral di media sosial. Dalam judul foto dan video yang dibagikan, menyatakan Abdul ditelantarkan oleh anak kandungnya.
JawaPos.com pun mencoba menelusuri kabar tersebut. Dari penelusuran itu diketahui, sang kakek tinggal di kawasan Jalan Kolam Simsa, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas. Kediamannya tak jauh dari kanal besar penampung banjir di Medan.
Kediaman Abdul, berdekatan dengan sebuah warung kopi yang selalu ramai. Banyak juga pemukiman warga lainnya yang bertetangga dengan Abdul.
Kabar beredar, laki-laki tua akrab disapa Kek Abdul itu ditelantarkan oleh anak kandungnya Rahmadani, 28. Bahkan, ada yang mengatakan jika Kek Abdul sering mendapat perlakuan kasar dari sang menantu Kasmony.
Foto yang beredar juga sangat membuat darah mendidih. Abdul meringkuk dengan badan kurusnya. Ia meringkuk disudut ruangan dengan penerangan seadanya. Di dekatnya, ada sebuah piring plastik dan botol air mineral yang sudah mulai rusak.
Saat ditemukan, Kek Abdul dalam keadaan tanpa busana. Tak sehelai benang pun menempel di badannya. Dari keterangan tetangga sekitar, Kek Badul jarang diberi makan. Bahkan jika ada yang memberi, Ramadani langsung marah.
"Waktu itu ada orang situ yang mau kasih mie kepada kakek, tapi istrinya si Kas (panggilan suami Rahmadani) marah," ungkap seorang ibu yang tinggal tak jauh dari kediaman Rahmadani, Jumat (18/1).
Sebelum kabar Kek Abdul viral di mana-mana, pihak Kepala Lingkungan langsung melihat kondisi Abdul. Kepala Lingkungan XIII Harjosari II, Roinal Sinulingga langsung mendatangi rumah Rahmadani.
Saat Roinal datang, tidak ada orang di rumah. Roinal sempat menangis waktu mendengar kabar Abdul. Apalagi saat melihat Abdul dari ventilasi terali besi di pintu ruangan, Senin (14/1) malam.
Melihat kondisi Abdul, Roinal pun berkoordinasi dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat.
Namun Bhabinkamtibmas tidak datang. Dia sempat menghubungi Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar. Hal itu pun ditanggapi dengan memerintahkan personel Polsek Patumbak bergerak ke lokasi.
Setibanya disana, mereka langsung masuk ke dalam rumah dan memberikan pakaian kepada Abdul. Malam itu juga, Rahmadani pulang ke rumah. Dia sempat bingung melihat keramaian di rumahnya.
"Malam itu juga kita bawa ke klinik Pak Abdul. Pakai mobil polisi," ungkap Roinal saat ditemui JawaPos.com.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
