Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Januari 2019 | 17.40 WIB

Oriental Circus Indonesia setelah Setengah Abad Berlalu

Sejumlah pemain dari Oriental Circus Indonesia melakukan pertunjukan The Great 50 Show yang digelar di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (14/12). - Image

Sejumlah pemain dari Oriental Circus Indonesia melakukan pertunjukan The Great 50 Show yang digelar di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (14/12).

Terus berinovasi dalam kemasan pertunjukan merupakan salah satu cara Oriental Circus Indonesia bisa bertahan lama. Telah menghelat 40 ribu pertunjukan dan menghibur lebih dari 17 juta penonton.


---


MASIH adakah orang yang tertarik dengan sirkus?


Itulah pertanyaan yang sempat membuat Hans Manansang ragu saat diminta melanjutkan usaha keluarga, Oriental Circus Indonesia (OCI). "Saya khawatir tidak ada yang menonton," kata Hans kepada Jawa Pos.


Namun, lewat The Great 50 Show Oriental Circus Indonesia, keraguan Managing Director PT Ananta Harsa Group, pengelola OCI, itu terjawab.


"Saya cukup puas dengan penonton yang datang. Apalagi, saya lihat mereka menikmati ketika show dimulai," ungkapnya.


Show di kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, itu berlangsung sejak 14 Desember sampai 27 Januari. OCI disebut-sebut sebagai sirkus tertua di Indonesia. The Great 50 Show Oriental Circus Indonesia dihelat dalam rangka merayakan 50 tahun atau setengah abad usia mereka.


Pertunjukan kali ini didasarkan pada kisah eyang Hans, Hadi Manansang, yang merupakan pendiri OCI. Tersebutlah seorang pemuda bernama Noah yang jatuh cinta kepada sirkus nomaden saat menjadi buruh di Shanghai, Tiongkok.


Aksi-aksi akrobatik membuat hati Noah kepincut dan akhirnya mengubah jalan hidupnya. Dia pun bergabung ke sirkus tersebut.


Pada satu waktu akhirnya Noah terpaksa harus meninggalkan kelompok sirkusnya. Dia berlayar menuju Indonesia. Di Nusantara dia mencoba peruntungan menjadi pedagang. Namun, hati kecilnya masih ingin menjadi pemain sirkus.


Mimpi Noah kembali terjun ke dunia sirkus terwujud saat tiga anak lelakinya ternyata juga berbakat melakukan pertunjukan akrobatik. Sirkus dimulai dari satu alun-alun ke alun-alun lainnya. Dari sanalah OCI lahir.


Selama 50 tahun perjalanannya, menurut Hans, OCI selalu konsisten dengan kombinasi penampilan akrobatik, badut, dan aksi binatang terlatih. Mereka telah menjelajah berbagai kota di Indonesia, besar maupun kecil. Dari Sabang hingga Maluku.


Kalau Hans menghitung, sudah hampir 40.000 pertunjukan digelar. Dan, lebih dari 17 juta penonton telah dihibur.


Hans mengenang, masa kecilnya dulu dihabiskan dengan berpindah-pindah tempat mengikuti orang tua, Frans Manansang, si jago juggling, show keliling kota. "Kalau sirkus sekarang beda. Pemainnya sudah tinggal di apartemen, tidak di karavan atau bus," papar Hans yang merupakan putra Frans Manansang yang dikenal jago juggling itu.


Pemainnya pun kini tak serta-merta selamanya ikut rombongan. Misalnya, untuk membangun pertunjukan di Gelora Bung Karno (GBK) pada awal tahun ini, OCI melakukan seleksi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore