Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Desember 2018 | 04.38 WIB

Cara Gadis Minang Milenial Menjaga Asa Ruhana Kuddus

Oktavino Nurdhia, satu-satunya mahasiswi dari Sumbar yang pernah mewakili Indonesia dalam ajang Young South East Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship 2017, Amerika Serikat. - Image

Oktavino Nurdhia, satu-satunya mahasiswi dari Sumbar yang pernah mewakili Indonesia dalam ajang Young South East Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship 2017, Amerika Serikat.

Oktavino Nurdhia, 26, baru setahun menjadi sarjana pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) di Solok, Sumatera Barat (Sumbar) dengan IPK 3,8. Sejumlah prestasi nasional sampai internasional berhasil diukirnya semasa menyandang status mahasiswi.


Laporan: Riki Chandra, Sumatera Barat


Gadis yang karib disapa Dhia itu pernah menjadi satu dari 24 mahasiswa di tanah air dan satu-satunya mahasiswi dari Sumbar yang mewakili Indonesia dalam ajang Young South East Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship 2017, Amerika Serikat, pertengahan tahun lalu.


Program yang dulunya digagas Presiden Barack Obama itu bertujuan untuk mempererat hubungan antara Negara Amerika dan negara-negara ASEAN di bidang lingkungan, ekonomi, sumber daya alam, wirausaha dan juga hubungan kewarganegaraan.


"Ya, satu pekan lamanya di sana. Kegiatan seperti perkuliahan, diskusi terkait berbagai bidang seperti lingkungan hidup dan lainnya," kata Dhia memulai percakapan dengan JawaPos.com, pekan lalu.


Dara kelahiran Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok itu mengatakan, tidak mudah untuk lolos program YSEALI di Amerika. Sedikitnya, ada 1.675 mahasisiwi yang ikut bersaing berebut mewakili Indonesia kala itu.


Proses administrasi yang panjang hingga masing-masing peserta diwajibkan menulis esai 250 kata dengan tema lingkungan, melengkapi CV dan pengalaman organisasi turut diadukan dalam seleksi ketat tersebut. Namun, proses itu berhasil dilewatinya, meskipun hanya berasal dari kampus kecil di Sumbar.


Tak hanya itu, putri sulung dari dua bersaudara itu juga pernah mewakili Sumbar dalam program pertukaran pemuda Indonesia-Kanada tahun 2014 silam. Di tahun yang sama, Dhia juga menyabet juara lomba "National University English Debating Championship" dan mewakili kampusnya untuk tingkat Nasional.


Sederet prestasi lain, seperti juara karya tulis ilmiah mahasiswa berprestasi 2015 dan debat bahasa Inggris pernah menghiasi sejarah hidupnya.


"Saya bersungguh-sungguh, ya ketika saat menjadi mahasiswa. Ketika SD, SMP dan SMA, hidup saya dipenuhi kesedihan. Bahkan, tak terfikir sedikit pun bisa kuliah," terangnya.


Dhia mengatakan, orang yang paling berjasa dalam pendidikannya adalah amak (begitu dhia menyebut ibunya) dan etek (tante) adik kandung dari ibunya. Sebab, kedua orang itulah yang tak bosan-bosan memberikan semangat dan mencarikan biaya pendidikannya hingga sampai di bangku kuliah.


Dhia sendiri hidup dalam keluarga yang sangat-sangat sederhana. Ia tinggal bersama amak yang kini tidak lagi bekerja dan ayah tirinya yang hanya pedagang es keliling ke sekolah-sekolah di Tanah Garam, Kota Solok. Ayah dan ibu kandungnya sudah bercerai sejak Dhia masih balita.


Jangankan untuk kuliah, biaya makan dan hidup-hidup sehari saja terpenuhi, itu sudah lebih dari cukup. Namun, di tengah kemelaratan itu, ibunya tidak pernah mematikan semangat Dhia yang memang getol ingin sampai di bangku kuliah.


"Beliau tidak mengeluh. Terus memberi semangat, meski jalan untuk terus sekolah tidak tampak," katanya.


Menurut Dhia, ketika dirinya merasa terpuruk dengan keadaan miskin, ibunya kerap menceritakan kisah-kisah orang yang kondisinya lebih lemah dari tengah dialaminya. Seperti cerita orang-orang buta, lumpuh, tanpa kaki, dan tangan yang tetap hidup penuh semangat untuk menggapai prestasi.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore