Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Juni 2018 | 18.25 WIB

Mengantar Surat Suara ke Desa-desa Terpencil di Kutai Kartanegara

PENUH PERJUANGAN: Petugas mengirim logistik Pilgub Kaltim ke Desa Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kukar, Senin (24/6). - Image

PENUH PERJUANGAN: Petugas mengirim logistik Pilgub Kaltim ke Desa Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kukar, Senin (24/6).

Untuk sampai ke tiga desa yang paling sulit dijangkau di Kutai Kartanegara, tim pengantar surat suara harus total mengarungi sungai dan danau selama 6 jam. Yang membahagiakan, tingkat partisipasi di tiga tempat itu selalu tinggi.


RIZKY - RR MIRA B.-M. RIFQI - FACHRIZAL M., Tenggarong


---


PERASAAN Saprudin campur aduk. Sepucuk surat mendarat di meja kerjanya dua pekan lalu. Isinya, perintah pengawalan distribusi logistik pilgub Kaltim. Ke Dusun Ketibeh, Desa Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.


Desa itu belum pernah dia sambangi. Meski dia sudah setahun bertugas di Polsek Muara Wis. Ada rasa waswas. Membayangkan medan yang harus dilalui.


Diperlukan waktu enam jam untuk menuju Desa Enggelam. Menggunakan perahu bermesin temple. Orang lokal menyebutnya perahu ces. Pergi-pulang 12 jam. Semuanya di atas air. Berangkat bersama sinar mentari. Kembali saat langit sudah gelap.


Selain menyusuri anak Sungai Mahakam dalam balutan cuaca ekstrem, juga melintasi danau seluas 11 ribu hektare. Namanya Danau Melintang. Kaltim Post (Jawa Pos Group) turut serta dalam ekspedisi pada Minggu lalu (24/6) itu.


Tim berangkat dari kantor Kecamatan Muara Wis pada pukul 08.30 Wita. Hari itu Muara Wis dan sekitarnya diprediksi dilanda badai.


Muara Wis dicapai dengan waktu 4-5 jam dari Tenggarong, ibu kota Kutai Kartanegara. Melalui jalan darat. Kemudian jalur sungai.


Dari kantor camat Muara Wis, rombongan menggunakan dua perahu ces. Masing-masing sepanjang 6 meter. Keduanya berkapasitas maksimal enam penumpang. Bedanya cuma terdapat di mesin.


Mesin perahu yang ditumpangi Kaltim Post berkapasitas 16 pk. Sementara itu, tim panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan personel kepolisian dibawa perahu bermesin 23 pk. Mereka membawa kotak suara pilgub Kaltim.


Laju dua perahu itu berbeda. Juga manu­vernya kala menghindari kayu yang mengapung di air. Dari Muara Wis, rombongan melewati Desa Sebemban, Muara Muntai Ulu, dan Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai. Kemudian menyusuri Sungai Lebak Diding. Lalu melintasi Danau Melintang. Berlanjut ke Desa Muara Enggelam, Dusun Ketibeh, baru kemudian Desa Enggelam.


Sungai sedang surut. Itu jadi masalah. Baling-baling perahu rawan terlilit ranting. Motoris memilih kecepatan tidak lebih dari 20 kilometer per jam.


Bukan hanya kondisi surut yang menimbulkan masalah. Saat pasang pun bisa jadi momok. Daratan yang tergenang membuat rawan tersesat.


"Kalau surut seperti ini, hanya kapal ces kecil yang bisa lewat karena khawatir kandas terkena kayu-kayu. Biaya sewa sekitar Rp 1,5 juta dengan waktu tempuh perjalanan ke Desa Enggelam 5-6 jam," terang Khasmir, ketua PPK Muara Wis.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore