
PENUH PERJUANGAN: Petugas mengirim logistik Pilgub Kaltim ke Desa Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kukar, Senin (24/6).
Untuk sampai ke tiga desa yang paling sulit dijangkau di Kutai Kartanegara, tim pengantar surat suara harus total mengarungi sungai dan danau selama 6 jam. Yang membahagiakan, tingkat partisipasi di tiga tempat itu selalu tinggi.
RIZKY - RR MIRA B.-M. RIFQI - FACHRIZAL M., Tenggarong
---
PERASAAN Saprudin campur aduk. Sepucuk surat mendarat di meja kerjanya dua pekan lalu. Isinya, perintah pengawalan distribusi logistik pilgub Kaltim. Ke Dusun Ketibeh, Desa Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Desa itu belum pernah dia sambangi. Meski dia sudah setahun bertugas di Polsek Muara Wis. Ada rasa waswas. Membayangkan medan yang harus dilalui.
Diperlukan waktu enam jam untuk menuju Desa Enggelam. Menggunakan perahu bermesin temple. Orang lokal menyebutnya perahu ces. Pergi-pulang 12 jam. Semuanya di atas air. Berangkat bersama sinar mentari. Kembali saat langit sudah gelap.
Selain menyusuri anak Sungai Mahakam dalam balutan cuaca ekstrem, juga melintasi danau seluas 11 ribu hektare. Namanya Danau Melintang. Kaltim Post (Jawa Pos Group) turut serta dalam ekspedisi pada Minggu lalu (24/6) itu.
Tim berangkat dari kantor Kecamatan Muara Wis pada pukul 08.30 Wita. Hari itu Muara Wis dan sekitarnya diprediksi dilanda badai.
Muara Wis dicapai dengan waktu 4-5 jam dari Tenggarong, ibu kota Kutai Kartanegara. Melalui jalan darat. Kemudian jalur sungai.
Dari kantor camat Muara Wis, rombongan menggunakan dua perahu ces. Masing-masing sepanjang 6 meter. Keduanya berkapasitas maksimal enam penumpang. Bedanya cuma terdapat di mesin.
Mesin perahu yang ditumpangi Kaltim Post berkapasitas 16 pk. Sementara itu, tim panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan personel kepolisian dibawa perahu bermesin 23 pk. Mereka membawa kotak suara pilgub Kaltim.
Laju dua perahu itu berbeda. Juga manuvernya kala menghindari kayu yang mengapung di air. Dari Muara Wis, rombongan melewati Desa Sebemban, Muara Muntai Ulu, dan Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai. Kemudian menyusuri Sungai Lebak Diding. Lalu melintasi Danau Melintang. Berlanjut ke Desa Muara Enggelam, Dusun Ketibeh, baru kemudian Desa Enggelam.
Sungai sedang surut. Itu jadi masalah. Baling-baling perahu rawan terlilit ranting. Motoris memilih kecepatan tidak lebih dari 20 kilometer per jam.
Bukan hanya kondisi surut yang menimbulkan masalah. Saat pasang pun bisa jadi momok. Daratan yang tergenang membuat rawan tersesat.
"Kalau surut seperti ini, hanya kapal ces kecil yang bisa lewat karena khawatir kandas terkena kayu-kayu. Biaya sewa sekitar Rp 1,5 juta dengan waktu tempuh perjalanan ke Desa Enggelam 5-6 jam," terang Khasmir, ketua PPK Muara Wis.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
