Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Juni 2018 | 22.00 WIB

Menilik Proses Budidaya Langka Bunga Edelweis oleh Warga Tengger

BUDIDAYA EDELWEIS: Salah satu penggagas budidaya Edelweis, Kariadi saat mengecek bibit edelweis yang akan ditanam. - Image

BUDIDAYA EDELWEIS: Salah satu penggagas budidaya Edelweis, Kariadi saat mengecek bibit edelweis yang akan ditanam.


Pembudidayaan edelweis itu pun awalnya tidak berjalan dengan mulus. "Awal-awal kami menanam di pinggir jalan, besoknya selalu hilang. Saya tanam lagi, hilang lagi. Akhirnya kami meminta bantuan anggota Koramil setempat," kenang pria  yang juga menjadi Ketua Komunitas Bala Daun ini.


Saat itu, Kariadi juga melakukan budidaya dengan biaya sendiri. "Sebelumnya dana swadaya, polybag sendiri," kata dia.


Budidaya Edelweis ini juga bukan perkara mudah. Pasalnya, terdapat beberapa proses yang harus dilalui serta memakan waktu yang cukup lama. Mulai dari masa pembibitan, penyemaian, hingga panen memerlukan waktu selama hampir dua tahun. "Satu tahun sekali berbunganya, panen juga satu tahun sekali," jelasnya. 


Bahkan, dari 1.000 benih Edelweis yang ditanam, kira-kira hanya sekitar 300 benih saja yang berhasil tumbuh. Selama ini, Kariadi bersama anggota Bala Daun melakukan budidaya edelweis di lahan seluas 500 meter persegi. 


Namun berkat kerja keras dari sejumlah pihak, sekitar 500 tanaman Edelweis pun saat ini telah tertanam di beberapa daerah di desa tersebut. Selain itu, pada tahun ini rencananya sebanyak 3.000 benih Edelweis bakal ditanam kembali di pinggir jalan desa.


"Yayasan Satu Daun sangat membantu kami dalam budidaya Edelweis. Dulu kami pembiayaan sendiri, bibit juga cari sendiri. Kini kami mendapatkan bantuan," ungkap bapak satu anak ini.


Kariadi mengatakan, karena budidaya tersebut, juga turut membantu perekonomian warga sekitar. Pasalnya, untuk satu ikat bunga edelweis, bisa dihargai antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. 


Kariadi berharap, budidaya Edelweis ini nantinya dapat memunculkan sektor pariwisata baru berwawasan lingkungan. Sehingga, masyarakat desa dapat meningkatkan taraf ekonomi lewat pengelolaan kawasan konservasi tersebut.


Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore