Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Maret 2018 | 00.34 WIB

Ragam Pengalaman Para Guru Indonesia yang Mengajar di Australia

Para guru Indonesia berpose bersama Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop di salah satu ruang di dalam Sydney Opera House pada Minggu lalu (18/3). - Image

Para guru Indonesia berpose bersama Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop di salah satu ruang di dalam Sydney Opera House pada Minggu lalu (18/3).


Dari Australia, para guru Indonesia membawa pulang pengalaman tentang tingginya toleransi dan sistem yang memungkinkan siswa berpikir kritis. Berikut laporan wartawan Jawa Pos TATANG MAHARDIKA yang menemui mereka di Sydney pekan lalu.


---


DI biara itu, Khalif Rahma Riesty Fauzi tak pernah sulit menemukan makanan halal. Tiap hari selalu ada stok daging ayam, sapi, atau telur di kulkas.


''Bahkan, tiap kali mau masak, mereka selalu tanya saya, mau masak apa hari ini?'' kata guru SMP Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Jawa Timur, itu.


Mereka yang dimaksud Khalif adalah para biarawati yang menghuni biara di Coburg, sebuah kota kecil di Negara Bagian Victoria, Australia. Selama dua pekan sepanjang Maret ini, Khalif, sebagai salah seorang peserta Australia-Indonesia BRIDGE School Partnership, tinggal di sana.


Selama dua pekan itu pula perempuan berjilbab tersebut merasakan sendiri tingginya toleransi Tak hanya yang ditunjukkan para biarawati yang rata-rata berusia 60-70 tahun itu. Tapi juga murid serta guru di Merry College, sekolah tempat dia ikut merasakan pengalaman mengajar. Juga, warga kota pada umumnya. "Hampir tiap malam saya ngobrol dengan para biarawati. Yang mereka tanyakan paling tentang keluarga, tentang Indonesia. Tak pernah sekali pun soal keyakinan," kata Khalif.


Ada 31 guru lain yang menjadi peserta program yang dipandegani Asia Education Foundation itu pada tahun ini. Mereka terbagi menjadi dua cohort (kelompok). Yang pada Minggu lalu (18/3) mengikuti acara perpisahan di Opera House, Sydney, merupakan cohort 1. Terdiri atas 14 peserta. Adapun cohort 2 akan berlangsung pada Juni atau Juli mendatang.


Para guru yang mengikuti program yang berjalan sejak 2008 tersebut datang dari berbagai kota. Muslim dan nonmuslim. Mulai pengajar di tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.


Mereka terpilih melalui seleksi ketat yang melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah menjalani training selama sepekan di Melbourne, mereka disebar ke berbagai kota di berbagai negara bagian Australia.


Selama dua pekan para guru itu mengobservasi sistem belajar-mengajar di Negeri Kanguru tersebut. Sekaligus berkesempatan mengajar. Serta tinggal dan berbaur dengan warga di luar jam sekolah.


Dan, kepada Jawa Pos yang menemui mereka dalam acara perpisahan yang dihadiri Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop itu, semua sepakat dengan Khalif. Penghormatan pada keberagaman jadi salah satu pengalaman paling berharga yang dipetik. Selain bagaimana sistem pendidikan di Australia memungkinkan para siswa jadi terlatih berpikir kritis.


Rabiatul Awaliyah, misalnya, mengenang bagaimana para guru di Beechworth Primary School, Victoria, tempatnya diposkan, selalu mengingatkan dirinya untuk salat. "Itu setelah mereka tahu bahwa sebagai muslimah, saya wajib salat lima kali dalam sehari," kata guru SD Ar Ridha Al Salaam, Depok, Jawa Barat, itu.


Tak pernah sekali pun dia mendapat pertanyaan bernada melecehkan. Baik terkait agama maupun negara tempat dia berasal. Termasuk dari para murid.


"Ada guru yang bertanya, apa kalau saya ke Indonesia juga harus pakai jilbab? Itu semata-mata karena dia tidak tahu dan belum pernah ke Indonesia," ungkapnya.


Kehadiran Rabiatul bahkan sampai menarik perhatian sebuah koran setempat, Ovens and Murray Advertiser. Sambutan kedatangan perempuan 24 tahun itu diliput secara khusus dan pemuatannya disertai foto.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore