
PIONIR: Dewis Akbar membimbing siswa SDN 10 Regol, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dewis menjelaskan, banyak siswa tak mampu yang sulit melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP setelah lulus SD. Banyak orang tua siswa yang bekerja sebagai buruh tani, tukang cuci, bahkan serabutan.
"Kalau mengandalkan bantuan dari KIP (kartu Indonesia pintar, Red) milik pemerintah, hanya cukup untuk beli buku. Tapi, ketika masuk jenjang sekolah yang lebih tinggi, ada uang pangkal yang harus dibayar dan biasanya jutaan rupiah. Nah, itu yang sulit," terang pria 35 tahun tersebut.
Pendataan itu dilakukan pada siswa yang memiliki orang tua dengan total pendapatan per bulan di bawah Rp 600 ribu serta di atas Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Di SDN Regol 10 saja, di antara 209 siswa, ada 31 siswa yang dibesarkan orang tua dengan pendapatan di bawah Rp 600 ribu per bulan. Ada pula 62 siswa yang dibesarkan orang tua berpenghasilan Rp 600 ribu sampai Rp 1 juta per bulan.
Anggota STEAM Club pun mendatangi rumah para siswa miskin tersebut. Memfoto rumah dan mencatat titik koordinat rumah agar calon donatur bisa datang langsung jika ingin mengunjungi rumah siswa miskin. Saat ini pendataan lewat aplikasi itu baru dilakukan untuk siswa SDN Regol 10. Ke depan, Dewis berniat memperluas penggunaan aplikasi Pemetaan Pelajar dari Keluarga Miskin untuk SDN Regol 6, 7, 8, 9, 11, dan 12.
Jika semua data sudah terkumpul, akan diserahkan kepada komite sekolah agar dibantu untuk mendapatkan donatur beasiswa. Beasiswa itu dapat berasal dari orang tua siswa yang lebih mampu ataupun donatur lainnya. Misalnya dari kelurahan.
Aplikasi Pemetaan Pelajar dari Keluarga Miskin bersifat hiperlokal. Yakni mengandalkan kemampuan warga lokal terlebih dulu untuk mendapatkan bantuan. Selain membantu siswa miskin untuk melanjutkan sekolah, aplikasi tersebut mendorong para siswa supaya berempati dan peduli kepada sesama sejak kecil.
"Saya yakin, jika warga lokal digerakkan, itu bisa membantu sesama. Sebab, banyak di antara warga yang mampu itu bukannya tidak mau membantu. Tapi, mereka tidak tahu bahwa ada orang sekitar yang perlu dibantu," urai putra pasangan Nandang dan Atikah (almh) itu.
Perubahan yang dibawa Dewis di SDN Regol 10 sangat banyak. Anak-anak yang pernah dibimbing merasakan banyak sekali manfaat yang didapat dari pelajaran komputer di sekolah. Adilla Rachmawati Pradana contohnya.
Alumnus anggota STEAM Club yang kini duduk di bangku kelas IX SMPN 2 Garut tersebut mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Adilla termasuk siswa yang sejak kecil sudah punya komputer di rumah. Dulu dia sering mengajari temannya tentang komputer. Pengalaman berbagi ilmu itu membuat dia semakin bersemangat untuk belajar.
Adilla juga ikut membuat aplikasi Saron Simulator dan Pemetaan Pelajar dari Keluarga Miskin. Dia ingat bagaimana aplikasi pemetaan pelajar itu mengajarkan banyak hal. "Saya pernah ikut survei ke rumah teman yang kurang mampu. Kasihan, bawahnya (lantai) masih tanah begitu. Rumahnya tidak punya kamar mandi. Letak bangunannya terpisah sama kamar tidur," katanya.
Bagi Adilla, pelajaran komputer tak hanya mengajarkan teknologi. Lebih dari itu, dia belajar bagaimana menjadi orang yang selalu bersyukur.
Kepala SDN Regol 10 Ema Nurjamilah mengatakan, Dewis membawa banyak perubahan di sekolahnya. "Banyak sekali perbaikan dari sisi anak-anak. Memang kendala kami itu dulu pengadaan komputer tidak didahulukan. Yang lebih didahulukan itu yang lebih urgen seperti gaji guru honorer, kegiatan ujian, buku pelajaran, pemeliharaan sekolah, pengembangan profesi, dan lain-lain," papar perempuan berjilbab tersebut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
