Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Maret 2019 | 16.35 WIB

Saat Eks Pemagang Tularkan Kisah Sukses ke Pekerja Migran di Jepang

General Manager BNI Tokyo Ario Bimo (kanan) saat menyerahkan cenderamata ke kepada salah satu peserta Pekerja Migran Indonesia di Tokyo, Minggu (17/3) - Image

General Manager BNI Tokyo Ario Bimo (kanan) saat menyerahkan cenderamata ke kepada salah satu peserta Pekerja Migran Indonesia di Tokyo, Minggu (17/3)


JawaPos.com - Umar Hamdan dan Asriyadi Cahyadi bisa jadi merupakan saksi hidup bagaimana berjuang saat menjadi pemagang asal Indonesia di Jepang. Kini keduanya telah sukses menjadi pengusaha. Sejarah perjuangan hidup keduanya inilah yang ditularkan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negeri Sakura itu. Dalam program Kami Bersama BNI ini, keduanya berbagi pengalaman kewirausahaan bagi para PMI di Jepang.


Seminar sehari yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang, Minggu (17/3), dibuka oleh GM BNI Tokyo, Ario Bimo. Selain Umar Hamdan dan Asriyadi Cahyadi sebagai pembicara, terdapat 100 PMI yang tinggal di wilayah Shiga dan sekitarnya yang diundang pada sesi berbagi tersebut.


Umar Hamdan kini sukses sebagai President Direktur PT Denki Engineering dan Komisaris PT Techno Ryowa Engineering (Subsidary Techno Ryowa Ltd Japan). Umar merupakan warga negara Indonesia yang sukses membangun bisnis di Indonesia setelah menyelesaikan masa kerjanya di Jepang.


Berawal dari bekerja magang di Jepang, Umar melihat peluang untuk mengembangkan usaha sejenis di Indonesia. Bermodalkan pengalaman selama bekerja magang dan kemampuannya berbahasa Jepang, Umar merintis usahanya hingga akhirnya dipercayai untuk mengerjakan sistem kelistrikan pada Proyek MRT di Jakarta.


Adapun Asriyadi Cahyadi kini menjadi Ketua IKAPEKSI Osaka dan pemilik perusahaan Miyako Setsubi Kogyou. Asriyadi merupakan warga negara Indonesia yang sukses membangun bisnis pembentukan dan pengelasan PVC di Osaka.


Berawal dari bekerja magang di Jepang, Asriyadi melihat peluang untuk mengembangkan usaha. Bermodalkan pengalaman selama bekerja magang dan kemampuannya berbahasa Jepang, Asriyadi merintis usahanya hingga akhirnya dipercayai untuk mengerjakan produk sistem penyedotan udara kotor bagi pabrik pembuatan sayap pesawat.


Tujuan BNI Tokyo menggelar seminar kewirausahaan untuk memberikan bekal kemandirian bagi para peserta agar dapat mengelola keuangannya, dan menciptakan lapangan usaha selepasnya kembali ke Indonesia.


Para PMI peserta seminar juga mendapatkan tambahan informasi mengenai kewirausahaan dan pengelolaan usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat untuk Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) yang juga disediakan BNI.


Melalui penjelasan ini PMI mendapatkan wawasan lebih luas terkait sikap seorang wirausahawan, serta bagaimana mengelola usaha sesuai dengan bidang wirausaha yang diminati.


Hingga Februari 2019, BNI telah menyalurkan KUR pada lebih dari 15 ribu PMI yang terakumulasi sejak tahun 2015, dengan nilai KUR yang tersalurkan sebanyak Rp 284,29 miliar. KUR bagi para PMI ini tersalurkan ke 4 negara yaitu Hong Kong, Jepang, Taiwan, dan Singapura.



"BNI Tokyo aktif berbagi informasi seputar kewirausahaan kepada para pekerja Indonesia di Jepang. Ini dimaksudkan agar sekembalinya ketanah air mereka mampu menciptakan lapangan kerja dan turut berkontribusi bagi meningkatnya perekonomian Indonesia," pungkas Ario Bimo.


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore