Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Oktober 2017 | 13.30 WIB

Terbangkan Kebanggaan di Puncak-Puncak Dunia

MELAWAN DINGIN: Yasak saat mendaki Denali pada Juni bersama tim Universitas Airlangga Surabaya. - Image

MELAWAN DINGIN: Yasak saat mendaki Denali pada Juni bersama tim Universitas Airlangga Surabaya.


Namun, ada alasan lain yang diungkapkan Yasak berkaitan dengan daya ingatnya. Berdasar pengalamannya mendaki puncak dunia, daya memori kian turun di ketinggian ekstrem. ’’Asupan oksigen di atas 5 ribu mdpl tipis. Itu penyebabnya. Ini sudah saya pastikan ke teman-teman yang punya pengalaman sama,’’ ujarnya.


Yang jelas, ada istilah khusus yang selalu dilekatkan pada pendakian puncak dunia. Yakni, setor nyawa. Kesannya konyol, memang. Tapi, Yasak dan para pendaki tak mau begitu saja menyetorkan nyawa.


Istilah itu justru membangun kewaspadaan bagaimana cara menggapai puncak-puncak gunung tersebut. ’’Bukan seberapa tinggi atau sulitnya pendakian. Tapi, bagaimana strategi kita untuk tetap bisa melewati itu,’’ jelasnya.


Memperjuangkan sesuatu yang dicintai tentu bukan hal konyol. Seperti Yasak dan kecintaannya terhadap gunung. Dengan tekad yang kuat dan persiapan matang, langkah kecil membawanya pada pencapaian besar dalam hidupnya. Bahkan berhasil mengharumkan nama bangsa. Di tangannya, sang saka pernah berkibar di puncak-puncak tertinggi dunia.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore