
JUARA: Firman Fathoni sedang merangkai robot.
Kemampuan memprogram alat tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan robotik. Melalui teknik yang sama, Firman berhasil membuat terobosan alat bernama autoseeker (Aseek). Alat berbentuk jam tangan itu dibuatnya untuk membantu pemandu wisata ketika mengajak para turis berkeliling ke beberapa lokasi.
Alat tersebut dihubungkan dengan global positioning system (GPS) yang dipakai pada gelang wisatawan. Nah, jam yang dipakai para pemandu akan merespons jika gelang wisatawan berada lebih dari 2 kilometer dari sang pemandu. Tour guide yang memegang alat kontrol tinggal mencari posisi wisatawan nyasar yang seharusnya dipandunya tersebut. ”Melalui sistem ini, pemandu tidak perlu khawatir,” jelasnya.
Ide pembuatan gelang berwarna terang tersebut berawal dari kegelisahannya ketika melihat cara kerja konvensional pemandu wisata. Mereka biasanya hanya menggunakan topi, baju, atau syal untuk menandai peserta.
Namun, ketika ada insiden ketinggalan rombongan, para tour guide biasanya akan kebingungan mencari. Kesibukan mencari anggota rombongan tersebut tidak jarang bahkan mengacaukan jadwal kunjungan yang sudah disusun matang.
Ide kreatif itu berhasil mengantarkan Firman menggondol juara II dalam kompetisi Asia-Pacific ICT Alliance (APICTA) di Taipei, Taiwan, pada kategori The School Project. ”Alhamdulillah, ternyata bisa juara di kompetisi,” jelasnya.
Ke depan, dia berharap alat tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut untuk keperluan lebih luas. Firman juga berencana mengonsep alat itu untuk jamaah haji Indonesia yang sedang menunaikan ibadah di Makkah.
Meski telah memiliki segudang kreasi, Firman menuturkan, dirinya akan terus menciptakan ide-ide baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Dia punya prinsip tegas: hidup harus bermanfaat bagi banyak orang.
Kini dia sedang menyiapkan satu aplikasi untuk lomba pada APICTA 2017 di Bangladesh. Rencananya, dia membawa aplikasi bertajuk Remember Me. Aplikasi itu ditujukan untuk para manula yang mulai pikun dan tidak mengenali keluarganya lagi.
Melalui aplikasi tersebut, para manula akan dibantu mengingat keluarganya melalui sebuah foto yang terintegrasi melalui jaringan bluetooth. Ide pembuatan aplikasi tersebut berawal dari pengalaman pahit ketika berkunjung di rumah nenek.
”Beliau waktu itu tidak ingat pada saya sebagai cucunya,” terangnya, lantas tertawa berderai. Dia berharap jika sudah sempurna, aplikasi tersebut bisa membantu banyak orang yang mengalami nasib sama dengannya.
Berbagai prestasi yang diperolehnya itu membuat Firman berhasil lolos dalam seleksi Pelajar Pelopor Surabaya 2017. Dari seleksi tersebut, dia berhasil menjadi juara I Pelajar Pelopor Tingkat Kota Surabaya. ”Semoga nanti di tingkat provinsi saya juga lolos,” terangnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
