Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Agustus 2017 | 21.33 WIB

Suryo Purnomo, Bantu Pedagang Gaptek Tembus Pasar Jagat Maya

KERJA SAMA ERAT: Suryo Purnomo Gani (kiri) dan partner bisnisnya, Aldo Adela, menunjukkan aplikasi KlikMarket. - Image

KERJA SAMA ERAT: Suryo Purnomo Gani (kiri) dan partner bisnisnya, Aldo Adela, menunjukkan aplikasi KlikMarket.

Produk lokal tak kalah menarik dengan barang impor. Sayang, masih banyak penjual yang belum mengetahui cara memasarkan produk dengan baik. Suryo Purnomo Gani punya ide. Dia bikin aplikasi KlikMarket.


BRIANIKA IRAWATI, Surabaya


’’BISA lebih praktis dalam belanja. Nggak perlu ribet lagi,” tulis Ester Pratiwi dalam komentar aplikasi KlikMarket pada Selasa (25/7). Ada pula komentar positif lainnya.


”Awass barangnya murah-murah!!! Free ongkir, same day delivery, duh senengnya!!,” ungkap Lisa Charisa pada Selasa (1/8).


Yang masuk bukan cuma pujian. Ada juga kritik. ”Mau belanja aja susah. Nggak bisa daftar,” tulis Deby Christin dalam kolom komentar Senin (31/7). Semua komentar itu dijawab satu per satu oleh Suryo Purnomo Gani.


Tanggapan positif membuat Suryo senang. Garis senyumnya terangkat. Artinya, usaha membuat aplikasi KlikMarket sedikit berhasil. Tapi, dia juga mengaku tertantang saat mendapat komentar buruk. Baginya, semua komentar dari pengguna aplikasinya merupakan sebuah motivasi.


Dari komentar itu pula, dia dapat mengetahui kekurangan aplikasinya. ’’Bisa saya perbaiki agar lebih baik lagi. Malah senang saya,” ungkap Suryo saat ditemui Jawa Pos di kantornya Selasa (1/8).


Suryo baru merilis aplikasi KlikMarket tahun lalu. Namun, jumlah penjual yang tergabung sudah mencapai 500 orang. Jumlah pembelinya lebih banyak lagi. ’’Ribuan pembeli. Tidak terhitung lagi,” ungkap pria 30 tahun itu. Hingga saat ini, aplikasi KlikMarket sudah menawarkan 1.200 jenis produk.


Ide pembuatan KlikMarket berawal dari pengalaman pribadi Suryo. Dia pernah membeli produk secara online. Tiba di rumah, barangnya rusak. Suryo kecewa betul saat itu. Selain pengalaman pribadi, dia merasa iba dengan kondisi penjual usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Mereka memiliki produk menarik. Tapi, mereka tidak tahu cara memasarkan karena gaptek alias gagap teknologi. ”Kan sayang banget ya,” tambah Suryo.


Dia tidak langsung membuat aplikasi. Dia melakukan riset selama beberapa pekan, setahun sebelum aplikasi itu benar-benar jadi. Suryo menyurvei pedagang UMKM di Surabaya. Hasilnya, banyak penjual yang terkendala pemasaran produk. Ada juga pedagang yang tidak peduli pada produknya. Asal jual saja. Tanpa peduli kualitas produk.


Kendala-kendala para pedagang itu dirangkum Suryo dalam KlikMarket. Pembuatan aplikasi tersebut dikonsultasikannya dengan ahli bisnis.


Saat aplikasi KlikMarket rampung, Suryo kembali jemput bola. Dia mendatangi pedagang-pedagang kecil di Surabaya. Kepada setiap pedagang itu, dia memperkenalkan aplikasinya sekaligus mengajak bergabung.


Itu tidak mudah. Banyak penolakan yang diterima Suryo pada awalnya. Para pedagang tidak percaya pada Suryo. Ada juga yang acuh tak acuh saat Suryo memperkenalkan aplikasinya. Dibentak pedagang pun pernah.


Meski begitu, semangat Suryo tidak luntur. Dia berusaha terus meyakinkan para pedagang. Alhasil, usaha Suryo sedikit demi sedikit mendapatkan umpan balik positif. Jumlah pedagang yang tergabung dalam aplikasi KlikMarket kian bertambah hingga saat ini.


Menurut Suryo, semua orang bisa mengunduh aplikasi tersebut lewat Play Store maupun App Store. Gratis. Kemudian, para pedagang dapat bergabung dalam aplikasi dengan cara mendaftar terlebih dahulu. Itu juga gratis.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore