
Ratusan warga muslim Kampung Arab Kuto Palembang mengunjungi satu persatu rumah (sanjo) untuk bersilaturahmi di hari raya Idul Fitri, Sabtu (25/6).
JawaPos.com - Berbagai cara dilakukan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Seperti yang dilakukan warga keturunan Arab yang ada di Kota Palembang di kawasan Kuto, kecamatan Ilir Timur (IT) II, yang melakukan tradisi rumpak.
ADI FATRIANSYAH - Palembang
Sejak selesai salat Idulfitri secara langsung melaksanakan tradisi rumpak- rumpakan dengan bersilahturrahmi atau sanjo. Selama pelaksanaan tradisi tersebut, juga diramaikan tetabuhan musik gambus dan sarofal anam.
Sepanjang jalan yang dilalui, tidak jarang dikunjungi oleh peserta rumpak- rumpakan. "Tradisi sudah bertahan ratusan tahun. Jadi setiap habis salat ied, umat akan berkumpul dahulu kumpul di mushollah, masjid ataupun rumah tetua kampung. Dari sana, rombongan akan mulai mengunjung rumah warga yang lain.
Walau dalam kunjungan tersebut, hanya sekedar minum ataupun bersalaman dengan tuan rumah semata itu sudah cukup. Intinya hanya untuk menjalin silahturrahmi sekaligus menjaga tradisi yang sudah ada sejak beberapa generasi itu," terang Umar (43), warga Jl Slamet Riyadi Kelurahan 10 Ilir atau kawasan Pasar Kuto, Minggu (25/6) sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).
Masih katanya, selama rumpak-rumpakan tersebut, setiap rumah yang didatangi diawali dengan qasidah, alfatihah, pembacaan doa hingga jamuan makan dan minuman ringan dari tuan rumah. Selain itu, pelaksanaan rumpak- rumpakan ini digelar selama dua hari untuk silahturahmi. Sedangkan hari ketiga, biasanya dilakukan pernikahan antar keturunan Arab.
"Hari pertama, dilaksanakan hingga siang hari dan hanya beberapa rumah saja. Sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan jumlah rumah yang dikunjungi lebih banyak. Sementara hari ketiga, ada pernikahan," jelasnya.
Meski demikian, diakuinya pelestari dari tradisi ini sudah mulau berkurang khususnya dikalangan generasi muda. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi secara rutin terus dilakukan. Paling tidak, agar tetap ada regenerasi dari penerus tradisi ini. " kita sangat menyayangkan, tradsi yang sudah ada sejak ratusan tahun sudah terus berkurang pelestarinya," ungkapnya. ( afi/via/nas/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
