Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Mei 2017 | 23.52 WIB

Ikhwan Hakim K., Bocah Inklusi Berprestasi di Senior Lego Brick Se-Jatim

BERBAKAT: Ikhwan Hakim Kurniawan menunjukkan piala dan keahliannya bermain lego pada Kamis (11/5) di kantor Jawa Pos perwakilan Sidoarjo. - Image

BERBAKAT: Ikhwan Hakim Kurniawan menunjukkan piala dan keahliannya bermain lego pada Kamis (11/5) di kantor Jawa Pos perwakilan Sidoarjo.


Tidak semua anak dengan autisme tidak memiliki kemampuan lebih. Ikhwan Hakim Kurniawan membuktikannya. Bocah 8 tahun itu baru saja berhasil meraih juara III dalam event Senior Lego Brick Se-Jatim di Surabaya.





SEPTINDA AYU PRAMITASARI





HAKIM datang ke kantor Jawa Pos Perwakilan Sidoarjo dengan wajah begitu gembira kemarin (11/5). Dia menenteng lego pesawat tempur. Orang tuanya, Dwi Kurniawan dan Pipit Elina Suhariani, menyusul di belakang dengan sekotak lego yang sebagian besar sudah dibongkar.



Hakim langsung mendekat ke semua orang yang sedang berkumpul. Termasuk guru inklusi SDN Sawocangkring Harum Kawaludin. Sekilas, bocah 8 tahun itu tidak jauh berbeda dengan anak pada umumnya. Hanya, tingkah polahnya yang aktif membuat Hakim seperti tidak pernah capek beraktivitas, berjalan dan bermain bersama dua adiknya.



Dia pun nyambung berkomunikasi dengan orang lain. Meski kadang menunggu mood ketika menjawab. Bahkan cenderung cuek. Apalagi jika pertanyaannya tidak berkaitan dengan hal yang dia sukai seperti antariksa, pesawat, dan lego.



Ya, Hakim adalah penyandang autism spectrum disorder high functioning. Meski termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), siswa kelas II SDN Sawocangkring itu memiliki kecerdasan otak kanan yang bagus. Khususnya di bidang lego.



Hakim pun membuktikannya kemarin. Dia mengambil balok-balok lego di dalam kotak mainannya. Satu per satu balok tersebut disusun sesuai dengan imajinasinya. Susunan warnanya pun benar-benar diperhatikan. Voila…! Hakim berhasil membuat lego truk tangki dalam waktu singkat. Hanya 2 menit.



’’Kamu bikin apa itu?’’ kata Pipit melihat anaknya menyelesaikan legonya.



Tidak banyak bersuara, Hakim terus melanjutkan menyusun lego. Kali ini dia ingin membuat pesawat tempur. Tanpa panduan atau maket, Hakim pun menyelesaikannya dalam waktu yang sangat singkat. Dua lego yang baru dibuat itu langsung dimainkan bersama dua adiknya. ’’Pesawat tempur sudah jadi,’’ ujarnya.



Kepiawaiannya bermain lego juga mengantarkan Hakim meraih juara III event Senior Lego Brick Se-Jatim di Surabaya beberapa minggu lalu. Lomba yang diadakan IT-Smart Robotic and Computer Education itu diikuti 72 anak SD reguler. ’’Hanya Hakim yang inklusi,’’ kata Pipit.



Hakim termasuk anak inklusi yang memiliki bakat di bidang konstruksi. Kini dia mulai menekuni dunia lego karena bisa menjadi salah satu terapi yang tepat untuk mewujudkan imajinasinya. ’’Entah, dia sangat menyukai konstruksi. Matematikanya bagus,’’ ungkap Pipit.



Dia menyatakan, anak sulungnya tersebut didiagnosis memiliki gangguan autis sejak usia 3 tahun. Awalnya, saat kecil Hakim lambat berbicara. Saat Hakim berusia 22 bulan, Pipit bersama suaminya membawa Hakim ke RS Siloam untuk berkonsultasi. ’’Saya berpikir anak saya speech delay,’’ ujarnya.



Hingga akhirnya, dia membawa Hakim ke UPT ABK Sidoarjo untuk terapi wicara. Setelah diterapi, psikolog medis di UPT mendiagnosis bahwa Hakim memiliki gangguan autism spectrum disorder high functioning. ’’Saya tidak kaget. Saya justru lega karena sudah mengetahui masalah anak saya,’’ ungkapnya.



Pipit mengaku mencari banyak informasi di internet tentang mengasuh anak dengan autisme. Tanda-tanda tangan yang terus bergerak (flapping) pun terlihat. Dia bersama suami dan keluarga besar kompak merawat Hakim dengan penuh kesabaran. ’’Alhamdulillah, sudah tidak sering flapping,’’ katanya.



Dari situlah, berbagai terapi dilakukan untuk Hakim. Banyak terapi yang tidak disuka Hakim. Jika sudah begitu, Hakim tidak mau melakukan apa pun. Namun, ketika telah dikenalkan pada permainan lego, dia langsung tertarik. ’’Saat itu usianya masih 4 tahun. Saat sesi terapi bermain lego langsung semangat,’’ kata Pipit.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore