Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 April 2017 | 18.42 WIB

Mengunjungi Peninggalan Laksamana Raja di Laut, Penjaga Pesisir Selat Malaka

MASIH UTUH: Rumah peninggalan Datuk Laksamana Raja di Laut IV di Kabupaten Bengkalis, Riau. Bangunan itu terkait erat dengan sejarah Kerajaan Siak. - Image

MASIH UTUH: Rumah peninggalan Datuk Laksamana Raja di Laut IV di Kabupaten Bengkalis, Riau. Bangunan itu terkait erat dengan sejarah Kerajaan Siak.


Peran Selat Malaka jadi rebutan penguasa dari masa ke masa. Salah satunya Kerajaan Siak zaman dulu. Melalui beragam peninggalan, sultan pertama sampai terakhir kerajaan itu menorehkan sejarah kejayaan mereka.





SAHRUL YUNIZAR, Siak-Bengkalis





TERLETAK di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kampung Dalam, Kabupaten Siak, Riau, bangunan dua lantai berkelir putih gading itu berdiri kukuh. Paduan gaya Melayu, Arab, Eropa, dan India tampak pada arsitektur bangunannya.



Istana Asserrayah Hasyimiah adalah nama yang disematkan pada bangunan itu. Istana tersebut selesai dibangun pada era kekuasaan Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin alias Sultan Siak XI pada 1889. Sultan Siak XI memerintah Kerjaan Siak pada 1889–1908.



Bangunan tersebut kini lebih dikenal sebagai museum Istana Siak. Sebutan itu tidak keliru karena Sultan Siak XI menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat tinggal sekaligus tempat menerima tamu kerajaan. Layaknya tempat tinggal raja, Istana Siak amat terawat. Kecuali halaman, kompleks istana itu masih serupa bangunan aslinya.



Memang, isi Istana Siak sudah tidak sama ketika masih ditempati keluarga raja. Namun, pengunjung bakal disuguhi beragam artefak yang dulu digunakan penghuni istana. Mulai peralatan makan sampai pakaian keluarga istana.



’’Meski sudah lebih seabad, semua masih dalam keadaan baik,’’ kata pemandu yang mengantar rombongan guru peserta Internalisasi Nilai Kebangsaan di Wilayah Perbatasan yang diadakan Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, 17 April lalu.



Di antara beragam artefak yang dipajang, terdapat beberapa foto proklamator Soekarno. Salah satunya bersama Sultan Syarif Kasim II, sultan Siak yang memimpin Kerajaan Siak pada 1915–1946. Tidak hanya dikenal sebagai raja, Sultan Siak XII juga mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah Indonesia.



Meski tidak banyak disinggung dalam sejarah proklamasi, peran Sultan Syarif Kasim II pasca kemerdekaan cukup penting. Dia termasuk salah satu raja yang mendukung penuh Republik Indonesia merdeka.



Sultan Syarif Kasim II juga dinilai berjasa lantaran turut menyumbangkan hartanya untuk kepentingan pemerintah RI pasca kemerdekaan. Kisah itu tidak dijelaskan secara terperinci melalui artefak di Istana Siak.



Namun, foto sultan terakhir Kerajaan Siak bersama presiden pertama Indonesia tersebut sedikit banyak memberikan gambaran hubungan baik dan kedekatan antara raja bergelar Sultan Assyaidis Syarif Qasim Sani Abdul Jalil Syaifuddin dan Presiden Soekarno.



’’Tapi, soal awal mula kedekatan keduanya masih digali. Belum banyak yang terungkap,’’ ujar sejarawan Universitas Indonesia Didik Pradjoko.



Catatan sejarah raja yang diangkat pada usia 23 tahun ketika menempuh pendidikan di Batavia itu tidak lantas menghubungkan dirinya dengan Soekarno. Yang pasti, komitmennya mendukung pemerintah tercatat jelas sehingga gelar pahlawan nasional layak disematkan kepada sultan tersebut.



Penghargaan juga diberikan Pemkab Siak dan Pemprov Riau. Nama Sultan Syarif Kasim II diabadikan pada beberapa tempat penting. Salah satunya Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II.



Bupati Siak Syamsuar menyiapkan Istana Siak untuk diusulkan menjadi warisan dunia. Bersama Istana Siak, cagar budaya lain yang turut bertalian erat dengan Kerajaan Siak juga didaftarkan. Antara lain, Balai Kerapatan Tinggi dan makam Sultan Syarif Kasim II. ’’Supaya sama dengan kota-kota lain di dunia,’’ harap Syamsuar.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore