
ANDALAN: Hilman (kiri) saat melakukan penanganan pada salah seorang pemain Persegres Gresik United.
Bagi dr Hilman Mayantana, menjadi dokter tim sepak bola merupakan amanah yang luar biasa. Kesehatan hingga keselamatan nyawa pemain di lapangan menjadi tanggung jawabnya.
ARIF ADI WIJAYA
BABAK pertama selesai. Saat itu tim Persegres menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Petrokimia Gresik. Para pemain menuju ke pinggir lapangan untuk beristirahat dan mengatur strategi.
Salah seorang pemain Persegres tiba-tiba membuat lapangan heboh. Napasnya tersengal-sengal. Dia mengalami sesak napas hebat. Seluruh pemain panik. Termasuk Hilman, dokter tim Persegres. Tidak lama, pemain tersebut pingsan. Jantungnya berhenti. Tim medis mulai bergerak cepat. Di bawah komando Hilman, mereka melakukan RJPO (resusitasi jantung paru dan otak).
Pemain yang pingsan itu langsung dibawa ke ambulans. Slang oksigen dipasang. Setelah hendak meluncur ke RSUD Ibnu Sina, Hilman mencegah. ’’Lebih baik dibawa ke RS Petrokimia. Lebih dekat,’’ ujarnya. Mobil ambulans pun bergerak menuju ke RS Petrokimia. Kurang dari 10 menit, ambulans sampai di depan lobi IGD (instalasi gawat darurat). ’’Tim medis di IGD sangat sigap. Pasien langsung mendapat penanganan dan bisa diselamatkan,’’ tuturnya Sabtu (8/4).
Kejadian setahun lalu tersebut merupakan salah satu pengalaman Hilman yang paling berkesan selama menjadi dokter tim Persegres. Selama lima tahun ayah dua anak itu mengabdi untuk tim kebanggaan Kota Pudak.
Dia tidak menyangka akan diminta menjadi dokter tim Persegres. Saat itu, pada 2012, almarhum Soesanto Tjahyo Kristiono alias Bang Anton meminta Hilman untuk bergabung dengan tim Persegres. Lelaki yang merupakan mantan CEO Persegres itu menganggap Hilman punya banyak pengalaman dalam menangani pemain di lapangan.
Ketika diminta Bang Anton, Hilman langsung menyanggupi. Selain suka sepak bola, dia termasuk fans berat Persegres: Ultras Mania. Juga, orang yang hobi traveling. ’’Kalau ikut tim sepak bola, pasti keliling ke berbagai daerah. Bahkan hampir keliling Indonesia,’’ katanya.
Namun, jangan dibayangkan dokter tim hanya bekerja ketika pemain cedera. Tanggung jawabnya lebih besar. ’’Kesehatan dan keselamatan, bahkan nyawa pemain di lapangan menjadi taruhannya,’’ ucapnya.
Menurut Hilman, dokter tim sepak bola harus benar-benar siap. Pemain sepak bola dituntut untuk selalu bugar. Dokter harus mengetahui kapasitas fisik pemain. Kapan pun ada pertandingan, tim harus siap. ’’Menjaga kondisi orang sehat yang harus selalu siap bertanding itu berbeda dengan mengobati orang sakit,’’ paparnya.
Ketika pemain cedera, dokter yang menentukan kapan pemain itu bisa kembali bermain. Sebab, hanya dokter yang mengetahui lebih lanjut kondisi fisik pemain. ’’Pelatih pasti bertanya ke dokter tim,’’ ucapnya.
Nah, Hilman mengatakan bahwa dirinya pernah dilema. Ketika ada pemain yang mengalami cedera lutut, Hilman memberikan saran untuk beristirahat. Di sisi lain, pemain yang cedera adalah ujung tombak tim. Meski terlihat ringan, cedera yang dialami bisa semakin parah jika dipakai bertanding. ’’Harus bijak,’’ jelasnya.
Sebelum menjadi dokter tim, Hilman hanya sebagai tim medis yang mewakili RSUD Ibnu Sina, tempatnya bekerja. Lelaki yang pernah menjadi dokter IGD tersebut memang cukup akrab dengan kasus kegawatdaruratan. ’’Banyak bekal dari IGD,’’ ungkapnya.
Meski banyak suka duka bersama tim Persegres, Hilman mengatakan sangat menikmati posisinya sebagai dokter tim sepak bola. Sebab, banyak pengalaman berharga yang didapat. Mulai pengalaman medis hingga mengunjungi berbagai daerah di Indonesia. ’’Enjoy sekali,’’ lanjutnya. (*/c15/ai/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
