Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Maret 2017 | 18.32 WIB

Nasirun, si Pengumpul Karya Pejuang Kebudayaan

BERSAMA GURU: Nasirun (kiri) dan pengajarnya di SMSR Jogjakarta, Supono P.R. Kini dia membantu Nasirun mendata koleksinya. - Image

BERSAMA GURU: Nasirun (kiri) dan pengajarnya di SMSR Jogjakarta, Supono P.R. Kini dia membantu Nasirun mendata koleksinya.



Kesanggupannya itu membuat Nasirun terpacu untuk memenuhi. Apalagi, Fadjar adalah guru yang sangat dia hormati. Bagi Nasirun, Fadjar adalah tokoh besar.



Ada sesuatu yang dia lihat ketika proses pertemuan dengan sang guru itu terjadi. Nasirun meminta izin untuk ke kamar kecil. Tapi, dia lalu diam-diam membuka tempat makanan di ruang belakang rumah Fadjar.



”Ternyata, memang hanya ada sepotong telur. Berarti kan memang dia nggak punya uang,” kenangnya. ”Saya lupa bagaimana caranya ketika itu, tapi kemudian saya bisa mendapatkan uang untuk beliau,” tambahnya.



Seniman Jeihan Sukmantoro, cerita Nasirun, pernah datang ke rumahnya dan melihat koleksinya itu. Dia mengomentari apa yang telah dilakukan Nasirun. ”Jeihan waktu itu bilang, saya mengaku kalah karena saya hanya mencapai pada artistik dan proses berkesenian. Tapi, kalau ini adalah artistik moralitas,” kata Nasirun menirukan. (*/c9/ari)








Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore