
BERSAMA GURU: Nasirun (kiri) dan pengajarnya di SMSR Jogjakarta, Supono P.R. Kini dia membantu Nasirun mendata koleksinya.
Kesanggupannya itu membuat Nasirun terpacu untuk memenuhi. Apalagi, Fadjar adalah guru yang sangat dia hormati. Bagi Nasirun, Fadjar adalah tokoh besar.
Ada sesuatu yang dia lihat ketika proses pertemuan dengan sang guru itu terjadi. Nasirun meminta izin untuk ke kamar kecil. Tapi, dia lalu diam-diam membuka tempat makanan di ruang belakang rumah Fadjar.
”Ternyata, memang hanya ada sepotong telur. Berarti kan memang dia nggak punya uang,” kenangnya. ”Saya lupa bagaimana caranya ketika itu, tapi kemudian saya bisa mendapatkan uang untuk beliau,” tambahnya.
Seniman Jeihan Sukmantoro, cerita Nasirun, pernah datang ke rumahnya dan melihat koleksinya itu. Dia mengomentari apa yang telah dilakukan Nasirun. ”Jeihan waktu itu bilang, saya mengaku kalah karena saya hanya mencapai pada artistik dan proses berkesenian. Tapi, kalau ini adalah artistik moralitas,” kata Nasirun menirukan. (*/c9/ari)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
