
SELALU IKHLAS: Nasichin membimbing jamaah membaca Alquran di Majelis Taklim Al Baroroh pada Sabtu malam (18/2).
JawaPos.com –
Banyak majelis taklim yang tersebar di Kota Delta. Majelis Taklim Al Baroroh salah satunya. Majelis tersebut kerap menjadi jujukan orang-orang sakit yang ingin mendapat kesembuhan. Tidak ada pungutan biaya.
HASTI EDI SUDRAJAT
BANGUNAN di Desa Barengkrajan, Krian, itu cukup sederhana. Ukurannya 10 x 12 meter. Letaknya berdekatan dengan area persawahan. Dindingnya putih polos. Beberapa bingkai kaca berisi kata-kata motivasi menghiasi salah satu sudutnya. Itulah bangunan yang ditempati Majelis Taklim Al Baroroh.
Jamaah majelis itu rutin mengadakan kegiatan sekali dalam seminggu. Pada Sabtu malam (18/2), mereka membaca Alquran dan hadis dengan bimbingan pengasuh majelis. Mereka juga bermuhasabah kepada Sang Pencipta. Jika diamati secara sekilas, kegiatan yang dilakukan tidak berbeda dengan majelis lainnya.
Jamaah majelis terdiri atas laki-laki dan perempuan. Jumlahnya mencapai puluhan. Majelis tersebut biasa memulai kegiatan pukul 21.00. Saat Jawa Pos berkunjung ke sana, pengasuh majelis sedang menyampaikan Surah Al Kafirun kepada para jamaah. Dia menekankan bahwa ketauhidan adalah dasar agama.
’’Mayoritas jamaah di sini memiliki masalah kesehatan,’’ jelas Nasichin, salah seorang pengasuh majelis. ’’Masalah itu datang dari manusia sendiri. Di sini, kami mengajak mereka berserah diri agar mendapat ampunan dari Sang Kuasa,’’ katanya.
Nasichin menambahkan, majelis tersebut berjalan sejak 2004. Namun, keberadaannya baru tercatat pemerintah daerah melalui kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo sepuluh tahun kemudian atau pada 2014.
Dia menjelaskan, awalnya, majelis berdiri karena kesamaan pikiran beberapa pengasuh majelis. Dulu, para pengasuh mempelajari ilmu ketauhidan secara terpisah. Dalam sebuah pertemuan yang tidak disengaja, mereka sepakat membuat sebuah wadah untuk menolong sesama.
’’Baroroh berarti berbakti. Di sini, tidak ada biaya sama sekali yang dikenakan kepada jamaah,’’ ungkapnya, lantas tersenyum.
Nasichin menyatakan, dalam majelis itu, jamaah diminta menjalankan pola hidup sederhana. Bukan hanya soal pikiran, tetapi juga makanan yang dikonsumsi. ’’Bertindak sesuai dengan perintah dan larangan agama. Insya Allah masalah hilang,’’ ucapnya.
Pria 47 tahun tersebut menuturkan, sudah banyak jamaah yang sembuh dari sakit setelah menjalankan metode yang dianjurkan pengasuh majelis. Padahal, beberapa di antaranya mengidap penyakit yang parah. ’’Mayoritas adalah penyakit dalam. Misalnya, jantung dan paru-paru,’’ ujarnya.
Ada beberapa macam metode yang harus dilakukan jamaah yang ingin sembuh. Di antaranya, membiasakan hanya mengonsumsi umbi-umbian selama beberapa hari. Misalnya, ubi jalar dan ketela pohon. ’’Umbi-umbian mengandung banyak vitamin yang mampu membunuh kuman kanker,’’ ungkapnya.
Sebelum menjalankan metode tersebut, jamaah disarankan mengawalinya dengan memakan makanan tanpa rasa selama tiga hari dan memperbanyak minum air putih. Metode itu bertujuan membersihkan toksin dari dalam tubuh. ’’Membuat tubuh kembali segar,’’ tuturnya.
Nasichin menjelaskan, metode selanjutnya adalah mengaji secara rutin. Sebab, membaca atau mendengarkan ayat suci memberikan dampak bagus bagi manusia. Bahkan untuk mereka yang tidak memahami Bahasa Arab sekali pun. ’’Hasil penelitiannya ada, yakni dapat menangkal berbagai macam penyakit,’’ katanya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
