Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Februari 2017 | 12.44 WIB

Warga Mengenang Meninggalnya Pasutri Edi-Nanik, Undang Anak Yatim hingga Patroli Jaga Rumah

BERSAMA: Warga RT 1, RW 5 Kelurahan Singosari menggelar pengajian kemarin. - Image

BERSAMA: Warga RT 1, RW 5 Kelurahan Singosari menggelar pengajian kemarin.


Warga RT I, RW V, Kelurahan Singosari, begitu berduka dengan kebakaran yang menghanguskan kediaman Edi Supardi dan Nanik Candra. Sejumlah kegiatan dilakukan pasacainsiden yang merengut nyawa pasutri tersebut.





ARIS IMAM MASYHUDI





SUASANA di Jalan Kapten Dulasim gang I begitu khusyuk Sabtu (11/2) sore. Di atas tikar yang digelar di sepanjang gang depan lokasi kebakaran, sekitar 30 anak yatim dari Yayasan Khoirunnisa berbaur bersama ibu-ibu dan anak yang tinggal di sana.



Seluruh peserta kompak mengenakan pakaian putih. Bersama-sama, mereka membaca ayat suci Alquran. Mereka juga memanjatkan doa keselamatan.



Warga RT I, RW V, Kelurahan Singosari, sengaja mengundang anak yatim untuk berdoa bersama. ”Kegiatan ini adalah kesepakatan seluruh warga,” kata Sri Mulyani, warga setempat.



Setelah insiden kebakaran yang merengut nyawa Edi dan Nanik, warga memang berinisiatif menggelar selamatan. Salah satu tujuannya adalah mendoakan keselamatan warga agar tak ada lagi musibah di sana. Karena itu, acara tersebut juga melibatkan anak yatim. ”Kami yakin, doa anak yatim sangat mustajab,” lanjut Sri.



Kegiatan itu tak hanya digelar ibu-ibu, tetapi juga bapak-bapak di kampung. Momen tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap musibah yang dialami pasangan itu. ”Bagaimanapun, kami sangat menghormati mendiang,” kata Susilo, ketua RT.



Meski tak hadir di sana, keluarga mendiang Edi-Nanik sangat mendukung kegiatan tersebut. ”Mereka berterima kasih atas apa yang dilakukan warga,” imbuh Susilo.



Perhatian warga terhadap Edi-Nanik memang sangat besar. Setelah insiden itu, warga membersihkan bagian depan rumah Edi-Nanik yang diberi police line. Hampir setiap malam, ada orang yang stand by di sana. ”Kami tidak ingin terjadi apa-apa di rumah itu. Sebab, di dalamnya, masih cukup banyak barang,” jelas Susilo.



Bukan hanya itu, warga berbondong-bondong mengunjungi makam Edi-Nanik di Surabaya. ”Di mata warga, Koh Sien (sapaan Edi, Red) adalah tetangga yang baik,” ujar Susilo. Pasangan tersebut sangat akrab dengan warga di kawasan permukiman itu. ’’Setiap hari, mereka cangkrukan di depan rumah bersama para tetangga,’’ imbuhnya. (*/c18/ai/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore