
TAK INGIN ADA KORBAN: Hartono saat menimbun lubang jalan Trans-Kalimantan di Pangkalan Lada. Meski yang dilakukan hanya tindakan sementara, tapi membantu.
Keterbatasan fisik tidak lantas membuat Hartono menyerah. Sebaliknya, pria penyandang disabilitas yang hanya memiliki satu kaki itu aktif turun ke jalan untuk menimbun jalan yang rusak. Dia pantang mengemis dan memilih membantu orang.
SLAMET HARMOKO, Pangkalan Lada
TIDAK ada lagi jalanan berlubang di kawasan bundaran jagung di Kecamatan Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalteng. Jeglongan-jeglongan itu sudah ditimbun dengan tanah. Alhasil, kendaraan bisa lewat dengan nyaman.
Ternyata, orang yang berinisiatif menimbun lubang jalan itu bukan warga biasa. Dia adalah Hartono, 21. Bapak dua anak asal Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada, tersebut tampak bersusah payah mengambil tanah dan batu untuk menimbun jalan.
Kepada Radar Pangkalan Bun (Jawa Pos Group), pria yang tidak tamat SMP itu mengungkapkan, aksi menimbun lubang jalan tersebut dilakukan untuk menarik simpati pengguna jalan yang melintas. ”’Sebenarnya kalau ada pekerjaan, saya tidak akan melakukan ini, Mas. Saya tidak ingin mengemis. Mungkin dengan menimbun jalan berlubang ini, saya bisa sedikit membantu orang. Kalau ada yang ngasih, saya terima. Kalau enggak ada, saya tidak pernah meminta,’’ katanya, Minggu (5/2).
Hartono menyatakan, baru beberapa kali ini dirinya melakukan pekerjaan tersebut. Meski tujuannya mulia, tidak berarti aksinya mulus. Dia pernah diusir perangkat desa ketika menimbun lubang jalan di kawasan jalan poros yang menuju ke Kabupaten Lamandau.
’’Pernah diusir dan dikata-katai dengan tidak sopan. Saya bisa apa? Lebih baik minggir dan pindah ke sini (bundaran jagung),’’ ujarnya.
Meski hanya memiliki satu kaki, Hartono terbilang mahir mengendarai motor. Dengan sepeda motor bututnya, dia berkeliling mencari lubang jalan untuk ditambal. Sebagai bapak dua anak, jalan pintas dengan meminta belas kasihan orang itu bukan tujuannya.
’’Saya tidak punya pekerjaan. Tidak enak merepotkan keluarga apalagi istri. Saya harus kerja cari penghasilan untuk anak-anak saya. Mau nebus ijazah paket B juga belum punya uang,’’ ungkapnya.
Hartono bukannya tanpa usaha mencari pekerjaan. Dia sudah berkali-kali melamar kerja. Namun, tidak ada yang bersedia menerima dia karena kondisi kaki kanannya yang buntung mulai atas lutut.
Dia kehilangan satu kakinya karena kecelakaan pada 2009. Saat itu Hartono masih kelas I SMP. Kakinya harus diamputasi karena hancur lantaran ditabrak truk. Setelah kejadian itu, dia putus sekolah. Beberapa tahun kemudian Hartono mengikuti ujian paket B. Namun, ijazahnya belum diambil karena tidak punya biaya.
’’Melamar kerja jadi penjaga toko saja tidak diterima karena kaki saya buntung,’’ ujarnya, lalu menghela napas panjang.
Bantuan kaki palsu yang dijanjikan Dinas Sosial Kabupaten Kobar juga belum diterimanya. Menurut dia, pengajuan kaki palsu masih tahap pengukuran. ’’Belum jadi atau bagaimana, saya juga tidak tahu. Yang pasti, dulu dinas sosial mau memberikan bantuan kaki palsu, tapi sampai sekarang belum datang,’’ ujarnya.
Padahal, lanjut dia, kaki palsu itu akan sangat membantu mobilitasnya. Hartono berharap, dengan kaki palsu itu, dirinya bisa mudah mendapat pekerjaan meski hanya menjadi pekerja kasar seperti kuli bangunan.
’’Kalau pakai kruk (penyangga), susah geraknya. Dengan kaki palsu, bisa jadi lebih mudah. Siapa tahu bisa mempermudah mencari kerja,’’ katanya. (sla/ign/c5/ami/sep/JPG)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
