Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Januari 2017 | 16.53 WIB

Scream For Pride, Band Bonek Pencetak Lagu-Lagu untuk Persebaya

DEMI GREEN FORCE: Capo Ipul (tiga dari kanan) bersama personel Scream for Pride. Band itu setia mencetak dan menyanyikan lagu-lagu untuk Persebaya dan Bonek. - Image

DEMI GREEN FORCE: Capo Ipul (tiga dari kanan) bersama personel Scream for Pride. Band itu setia mencetak dan menyanyikan lagu-lagu untuk Persebaya dan Bonek.


’’Awalnya ya coba-coba. Sewa studio, lalu latihan. Belum kepikiran nama dan membuat band,’’ ucap pria yang kerap disapa Capo Ipul itu.


Beberapa Bonek dari tribun utara ikut latihan di salah satu studio musik di dekat Kebun Binatang Surabaya.


Mereka berjuluk Anom (bass), Colis (drum), Wak Breng (gitar), Mas Is (gitar), dan Capo Ipul sebagai vokalis. Lima Bonek itulah yang sangat intens bermain musik sambil mencoba menciptakan lagu.


Setahun berlalu, beberapa lagu tercipta. Semuanya tentu tentang Persebaya. Tentang kecintaan Bonek dalam mendukung klub kesebelasan asal Surabaya tersebut.


’’Dari situ kepikiran, kami harus punya nama. Biar punya identitas yang dikenal,’’ ucapnya.


Nah, nama Scream For Pride muncul. Nama itu mewakili semangat Bonek saat mendukung Persebaya. ’’Berteriak untuk kebanggaan, Bonek kan seperti itu. Adoh cidek dibudali gawe Persebaya (jauh dekat berangkat demi Persebaya, Red).


Di dalam stadion gak tau onok kesele gawe nyanyi (tidak pernah capek bernyanyi, Red),’’ ucapnya. Scream For Pride kali pertama manggung pada 5 Desember 2013 di Magelang.


Mereka mengisi sebuah acara yang dihelat Bonek Magelang. Ada tiga lagu yang sudah diciptakan saat itu. Yakni, Di Sini Kami Menanti, Emosi Jiwaku, dan Ayo Persebaya.


Penonton menyambut meriah lagu-lagu bergenre rock metal tersebut. Suasana pentas seperti stadion. ’’Flare di mana-mana. Sangar pokoke,’’ ungkap pria yang kerap menggunakan topi tersebut.


Ipul berpikir bahwa Scream For Pride bisa jadi penawar rindu para Bonek. Tiga tahun tidak melihat Persebaya berlaga, penampilan Scream For Pride menjadi alat pemuas rindu para Bonek.


Mereka bisa lepas, bernyanyi, sampai menyalakan flare seperti saat Persebaya main. ’’Kami langsung berpikir, band ini harus diteruskan. Paling tidak kita bantu teman-teman untuk bisa berteriak lagi selama Persebaya belum berlaga,’’ ungkapnya.


Scream For Pride semakin rajin membuat lagu. Kini mereka punya delapan tembang. Salah satu yang paling fenomenal dan menjadi anthem wajib Bonek setiap kali turun aksi atau datang ke stadion adalah Kau Tak Kan Sendirian.


Bak grup musik lain, keanggotaan band juga mengalami dinamika. Anom, pemain bass, keluar. Wak Breng mengisi posisi itu.


’’Jadi, sekarang tinggal empat orang dengan satu personel additional. Mahar Dika di posisi bass,’’ jelas lelaki bertato tersebut.


Ipul menjelaskan, lirik Kau Tak Kan Sendirian dibuat Oka Gundul. Dia tidak pernah berpikir akan menjadikan lagu itu sebuah anthem atau chant wajib dalam stadion.

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore