
DEMI GREEN FORCE: Capo Ipul (tiga dari kanan) bersama personel Scream for Pride. Band itu setia mencetak dan menyanyikan lagu-lagu untuk Persebaya dan Bonek.
’’Awalnya ya coba-coba. Sewa studio, lalu latihan. Belum kepikiran nama dan membuat band,’’ ucap pria yang kerap disapa Capo Ipul itu.
Beberapa Bonek dari tribun utara ikut latihan di salah satu studio musik di dekat Kebun Binatang Surabaya.
Mereka berjuluk Anom (bass), Colis (drum), Wak Breng (gitar), Mas Is (gitar), dan Capo Ipul sebagai vokalis. Lima Bonek itulah yang sangat intens bermain musik sambil mencoba menciptakan lagu.
Setahun berlalu, beberapa lagu tercipta. Semuanya tentu tentang Persebaya. Tentang kecintaan Bonek dalam mendukung klub kesebelasan asal Surabaya tersebut.
’’Dari situ kepikiran, kami harus punya nama. Biar punya identitas yang dikenal,’’ ucapnya.
Nah, nama Scream For Pride muncul. Nama itu mewakili semangat Bonek saat mendukung Persebaya. ’’Berteriak untuk kebanggaan, Bonek kan seperti itu. Adoh cidek dibudali gawe Persebaya (jauh dekat berangkat demi Persebaya, Red).
Di dalam stadion gak tau onok kesele gawe nyanyi (tidak pernah capek bernyanyi, Red),’’ ucapnya. Scream For Pride kali pertama manggung pada 5 Desember 2013 di Magelang.
Mereka mengisi sebuah acara yang dihelat Bonek Magelang. Ada tiga lagu yang sudah diciptakan saat itu. Yakni, Di Sini Kami Menanti, Emosi Jiwaku, dan Ayo Persebaya.
Penonton menyambut meriah lagu-lagu bergenre rock metal tersebut. Suasana pentas seperti stadion. ’’Flare di mana-mana. Sangar pokoke,’’ ungkap pria yang kerap menggunakan topi tersebut.
Ipul berpikir bahwa Scream For Pride bisa jadi penawar rindu para Bonek. Tiga tahun tidak melihat Persebaya berlaga, penampilan Scream For Pride menjadi alat pemuas rindu para Bonek.
Mereka bisa lepas, bernyanyi, sampai menyalakan flare seperti saat Persebaya main. ’’Kami langsung berpikir, band ini harus diteruskan. Paling tidak kita bantu teman-teman untuk bisa berteriak lagi selama Persebaya belum berlaga,’’ ungkapnya.
Scream For Pride semakin rajin membuat lagu. Kini mereka punya delapan tembang. Salah satu yang paling fenomenal dan menjadi anthem wajib Bonek setiap kali turun aksi atau datang ke stadion adalah Kau Tak Kan Sendirian.
Bak grup musik lain, keanggotaan band juga mengalami dinamika. Anom, pemain bass, keluar. Wak Breng mengisi posisi itu.
’’Jadi, sekarang tinggal empat orang dengan satu personel additional. Mahar Dika di posisi bass,’’ jelas lelaki bertato tersebut.
Ipul menjelaskan, lirik Kau Tak Kan Sendirian dibuat Oka Gundul. Dia tidak pernah berpikir akan menjadikan lagu itu sebuah anthem atau chant wajib dalam stadion.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
