
SIAP TAMPIL: Innocent Purwanto (kanan) bersama DJ Chaidir yang tampil ke babak duel Rising Star dalam tim bertajuk Fade In.
Innocent Purwanto mulai meniti karir. Melalui ajang pencarian bakat di bidang tarik suara, gadis asal Kota Delta itu mulai dikenal. Pengalaman paling berharga baginya adalah saat dewan juri mulai berkomentar. Khususnya komentar Nazril Ilham alias Ariel NOAH yang membuatnya ketagihan.
RESVIA AFRILENE
SUARA khas Innocent Purwanto yang berat dan serak terdengar begitu jelas. Rupanya, gadis kelahiran Sidoarjo, 24 Juli 1999, itu sedang berlatih untuk penampilan Selasa (10/1) malam.
Dia mempersiapkan diri untuk tampil dalam ajang Rising Star yang diadakan salah satu stasiun televisi swasta nasional. Setelah berbagai audisi, dia maju bersama seorang DJ asal Kabupaten Pasuruan, Chaidir Ismail, dalam satu tim bernama Fade In.
”Hai!” sapa Innocent ramah saat Jawa Pos datang di sela-sela waktu latihan di rumahnya di Perumahan Pondok Jati. Putri bungsu pasangan Eny Harijati dan Toto Dwi Purwanto itu terbiasa melatih bakat vokalnya bersama sang bunda di rumah.
Dia merasa lebih bebas. Apalagi ketika bergabung dalam Fade In, Innocent mengambil konsep futuristis dengan membawakan lagu-lagu upbeat disertai gerakan-gerakan tari kontemporer yang mengentak.
Genre itu dikenal dengan electronic dance music (EDM). ”Kalau di studio itu baru pas bareng kakak DJ (panggilan untuk Chaidir Islamil) sih biasanya,” katanya.
Meski sangat menyukai lagu-lagu berirama slow seperti I Will Always Love You yang dipopulerkan Whitney Houston, Innocent dan Chaidir sepakat membawa konsep modern dengan perpaduan musik DJ.
”Aku sih berupaya nggak menjauhi kesan muda yang sesuai umur aku gitu. Biar penghayatannya juga maksimal,” tutur siswi yang saat ini duduk di kelas XI Jurusan Pariwisata SMK Airlangga Sidoarjo itu.
Pengalaman ikut ajang Rising Star tersebut merupakan kali kedua. Karena itu, Innocent benar-benar ingin memaksimalkan penampilannya. ”Karena waktu gagal, aku sempat down. Jadi, kali ini bakal lebih totalitas deh pokoknya,” ungkapnya.
Sejak menekuni dunia tarik suara pada usia 7 tahun, tentu banyak liku-liku yang sudah dilalui Innocent. Yang paling diingat adalah pas demam panggung. Dan, itu sempat terulang di room audition (audisi pertama kompetisi Rising Star).
”Deg-degan banget,” ucapnya. Berkat dukungan sang papa, yang ternyata dulu juga berprofesi wedding singer, Inno –sapaan Innocent– bisa tampil dengan santai ketika acara pentas seni (pensi) di sekolahnya, SMP 10 Nopember Sidoarjo.
Turning point yang membuat Inno benar-benar percaya diri adalah saat menyanyikan lagu Stand Up for Love dari Destiny Child. Saat menjalani room audition, dari semua juri yang terdiri atas Rossa, Anang Hermansyah, Arman Maulana, Ariel, dan Judika, Ariel memilih untuk tidak meloloskannya.
”Duh. Hati aku hancur banget waktu Ariel say no. Untungnya, juri lain mau kasih kesempatan dengan cara membentuk grup bersama Chaidir,” aku gadis pencinta olahraga renang itu.
Saat itu, dia merasa mendapat hikmah besar saat Ariel berkomentar. Malah dia kini selalu menunggu komentar tajam vokalis grup band NOAH itu. Menurut Inno, komentar dan masukan yang diberikan Ariel sangat detail dan membangun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
