Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Januari 2017 | 19.29 WIB

Menengok Persiapan Innocent Purwanto di Rising Star, Lebih Enjoy Berlatih Bersama Bunda

SIAP TAMPIL: Innocent Purwanto (kanan) bersama DJ Chaidir yang tampil ke babak duel Rising Star dalam tim bertajuk Fade In. - Image

SIAP TAMPIL: Innocent Purwanto (kanan) bersama DJ Chaidir yang tampil ke babak duel Rising Star dalam tim bertajuk Fade In.

Innocent Purwanto mulai meniti karir. Melalui ajang pencarian bakat di bidang tarik suara, gadis asal Kota Delta itu mulai dikenal. Pengalaman paling berharga baginya adalah saat dewan juri mulai berkomentar. Khususnya komentar Nazril Ilham alias Ariel NOAH yang membuatnya ketagihan.



RESVIA AFRILENE



SUARA khas Innocent Purwanto yang berat dan serak terdengar begitu jelas. Rupanya, gadis kelahiran Sidoarjo, 24 Juli 1999, itu sedang berlatih untuk penampilan Selasa (10/1) malam.


Dia mempersiapkan diri untuk tampil dalam ajang Rising Star yang diadakan salah satu stasiun televisi swasta nasional. Setelah berbagai audisi, dia maju bersama seorang DJ asal Kabupaten Pasuruan, Chaidir Ismail, dalam satu tim bernama Fade In.


”Hai!” sapa Innocent ramah saat Jawa Pos datang di sela-sela waktu latihan di rumahnya di Perumahan Pondok Jati. Putri bungsu pasangan Eny Harijati dan Toto Dwi Purwanto itu terbiasa melatih bakat vokalnya bersama sang bunda di rumah.


Dia merasa lebih bebas. Apalagi ketika bergabung dalam Fade In, Innocent mengambil konsep futuristis dengan membawakan lagu-lagu upbeat disertai gerakan-gerakan tari kontemporer yang mengentak.


Genre itu dikenal dengan electronic dance music (EDM). ”Kalau di studio itu baru pas bareng kakak DJ (panggilan untuk Chaidir Islamil) sih biasanya,” katanya.


Meski sangat menyukai lagu-lagu berirama slow seperti I Will Always Love You yang dipopulerkan Whitney Houston, Innocent dan Chaidir sepakat membawa konsep modern dengan perpaduan musik DJ.


”Aku sih berupaya nggak menjauhi kesan muda yang sesuai umur aku gitu. Biar penghayatannya juga maksimal,” tutur siswi yang saat ini duduk di kelas XI Jurusan Pariwisata SMK Airlangga Sidoarjo itu.


Pengalaman ikut ajang Rising Star tersebut merupakan kali kedua. Karena itu, Innocent benar-benar ingin memaksimalkan penampilannya. ”Karena waktu gagal, aku sempat down. Jadi, kali ini bakal lebih totalitas deh pokoknya,” ungkapnya.


Sejak menekuni dunia tarik suara pada usia 7 tahun, tentu banyak liku-liku yang sudah dilalui Innocent. Yang paling diingat adalah pas demam panggung. Dan, itu sempat terulang di room audition (audisi pertama kompetisi Rising Star).


”Deg-degan banget,” ucapnya. Berkat dukungan sang papa, yang ternyata dulu juga berprofesi wedding singer, Inno –sapaan Innocent– bisa tampil dengan santai ketika acara pentas seni (pensi) di sekolahnya, SMP 10 Nopember Sidoarjo.


Turning point yang membuat Inno benar-benar percaya diri adalah saat menyanyikan lagu Stand Up for Love dari Destiny Child. Saat menjalani room audition, dari semua juri yang terdiri atas Rossa, Anang Hermansyah, Arman Maulana, Ariel, dan Judika, Ariel memilih untuk tidak meloloskannya.


”Duh. Hati aku hancur banget waktu Ariel say no. Untungnya, juri lain mau kasih kesempatan dengan cara membentuk grup bersama Chaidir,” aku gadis pencinta olahraga renang itu.


Saat itu, dia merasa mendapat hikmah besar saat Ariel berkomentar. Malah dia kini selalu menunggu komentar tajam vokalis grup band NOAH itu. Menurut Inno, komentar dan masukan yang diberikan Ariel sangat detail dan membangun.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore