
PAHLAWAN TERLUPAKAN: Ayub Kafiar, veteran yang pernah menjadi ajudan Ir Soekarno dan ikut berjuang dalam pembebasan Irian Barat yang kini terlupakan menunjukkan foto bersama presiden pertama Republik Indonesia, Selasa (20/12).
Banyak yang berperan dalam perjuangan pembebasan Irian Barat. Banyak pula yang namanya diakui oleh Negara sebagai pahlawan Pembebasan Irian Barat. Namun ada pejuang yang namanya terlupakan. Salah satunya yakni Ayub Kafiar.
NORMA FAUZIA MUHAMMAD, Radar Sorong
--------------------
SANG proklamator Soekarno pernah berujar: Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Ya, dalam sejarah pembebasan Irian Barat, banyak pejuang yang ikut berperan dan mengorbankan nyawanya.
Sebagian besar, para pejuang itu, nama-namanya tercatat sebagai pahlawan.
Namun, ada juga nama yang terlewatkan. Salah satunya Ayub Kafiar. Veteran pejuang kelahiran Ambai 3 April 1923, yang sudah ikut berjuang sejak tahun 1947 ini tak masuk dalam deretan nama pahlawan pejuang pembebasan Irian Barat. Padahal, ia mengaku ikut berperan penting dalam perjuangan itu.
Kisahnya pun berlangsung memilukan. Kurang lebih 20 tahun, ia tinggal di sebuah rumah yang boleh dibilang jauh dari kata layak. Rumah yang beralamat di Jalan Danau Ayamaru, Rufei Pantai, Distrik Sorong Barat ini sangat memprihatinkan. Terlebih untuk seorang pejuang yang berjasa bagi bangsa dan Negara.
Kendati ada program bedah rumah, tapi rumahnya pun luput dari daftar rumah yang direnovasi. Namun di rumah inilah dia tetap bersyukur dan bangga melihat Papua Barat menjadi bagian dari NKRI.
Bangunan sangat memprihatinkan itu terlihat mulai dari luar. Kondisi di dalamnya juga sungguh menyentuh hati. Tak terawat dan sangat menyentuh iba. Ia tak mendapat perhatian dari pemerintah.
Usianya sudah sangat renta, pendengaranya pun sudah sangat berkurang. Untuk memudahkan berbincang, harus sedikit mengeraskan suara.
Raut wajahnya sudah keriput, jalan sudah tergopoh-gopoh dan pendengaran tak lagi baik. Namun, soal ingatan akan perjuangan pembebasan Irian Barat, memorinya masih sangat baik.
Sambil bercerita kepada wartawan Radar Sorong (Jawa Pos Group) dia menunjukkan fotonya bersama Soekarno. Dalam setiap kalimat yang dia lontarkan terpancar rasa bangga menjadi bagian dari perjuangan pembebasan Irian Barat. Di dalam hatinya memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.
Saat itu, Ayub bicara, tentang Provinsi Irian Jaya merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terletak di bagian Timur wilayah Indonesia.
Pada tanggal 19 November 1969 melalui Resolusi PBB No. 2504, Papua secara resmi menjadi bagian dari NKRI.
“Pemerintah janji mau perbaiki rumah saya. Padahal kandang ayam lebih baik dari rumah saya. Saya dilupakan pemerintah, saya sudah bantu Papua,” kata pejuang yang sudah 80 tahunan ini dengan seragamnya bertopi merah dan selembar foto saat ia bersama Presiden Alh.Ir.Soekarno sembari menebarkan senyuman khasnya
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022