Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 November 2016 | 02.30 WIB

Paox Iben, Bersepeda Motor Kunjungi Masyarakat Adat di Pelosok Indonesia

TERPENCIL: Paox Iben di depan rumah adat masyarakat Tana Toraja. - Image

TERPENCIL: Paox Iben di depan rumah adat masyarakat Tana Toraja.

Mulai terpinggirnya masyarakat adat di kawasan terpencil menginspirasi Paox Iben untuk berkeliling Indonesia menemui mereka. Menariknya, Paox melakukannya dengan menggunakan sepeda motor sendirian. Berikut sepenggal kisah perjalanan itu.





TRI MUJOKO BAYUAJI, Lombok





SOSOK Ahmad Ibnu Wibowo, nama asli Paox Iben, sejatinya lahir dan besar di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Namun, sejak remaja Poax jatuh cinta pada Lombok. Bahkan, beberapa kali, saat SMA, dia mengunjungi pulau indah di Provinsi Nusa Tenggara Barat itu. Tidak dengan pesawat, tapi menaiki motor kesayangan.



’’Motor saya waktu itu masih Honda Astrea. Saya buat keliling sampai sini,’’ ungkap Paox membuka cerita kepada Jawa Pos yang menemui di rumahnya, Mataram, Lombok, beberapa waktu lalu.



Dia menegaskan bahwa dirinya bukan anak motor, namun memang suka dolan atau bersilaturahmi ke mana pun dengan menggunakan motor. Selain mencintai Lombok, lulusan filsafat Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta itu juga menemukan jodoh di tanah Tambora tersebut.



’’Faktor-faktor itulah yang kemudian membuat saya memutuskan untuk tinggal di Lombok,’’ ujar suami Nur Janah dan bapak tiga anak itu.



Sebagai seniman dan penulis, Paox selama ini banyak berfokus mempelajari seni dan budaya masyarakat yang dikunjunginya. Keputusannya untuk berkeliling Indonesia dengan menggunakan motor merupakan rangkaian kegiatannya mengampanyekan Bhinneka Tunggal Ika for The World. Alasannya, Bhinneka Tunggal Ika adalah warisan budaya yang terlalu kecil jika hanya diketahui bangsa Indonesia saja.



’’Magna Charta saja sudah mendunia. Padahal, dari sisi dokumen, realitas keberagaman kita luar biasa. Masyarakat dunia bisa belajar pluralisme di sini,’’ ujar pria dengan ciri khas rambut gimbalnya itu.



Kehidupan masyarakat adat masa kini, kata Paox, penting untuk dipelajari. Pada masa lalu, masyarakat adat memiliki peran penting dan hidup di tengah-tengah pusat ekonomi. Kini, di tengah perkembangan zaman, masyarakat adat tergeser ke pinggiran dan hampir punah.



Keinginan berkeliling Indonesia itu sudah lama dicita-citakan Paox. Namun, untuk merealisasikannya, tentu diperlukan kendaraan yang mumpuni, mampu menempuh medan berat, dan sesuai dengan postur orang Indonesia. Maka, Kawasaki Versys menjadi pilihan utama. Motor jenis dual purpose seharga Rp 150-an juta itu dibeli dengan dana seadanya.



’’Belinya kredit, pakai utang sana-sini. Saya kan tidak punya sponsor. Itu pun motornya baru bisa dipakai keliling (Indonesia) setelah lunas,’’ ujarnya, lalu terkekeh.



Paox memulai perjalanan keliling Indonesia pada Oktober tahun lalu. Start dari Lombok ke arah barat melewati Bali, Jawa, dan menuju Sumatera. Selama sekitar tiga bulan, Paox mengunjungi berbagai masyarakat adat di wilayah Indonesia Barat itu. ’’Saya berangkat bawa sangu Rp 900 ribu, sampai Jogja sudah habis,’’ ungkap pria kelahiran 8 Februari 1976 tersebut.



Meski uang sakunya habis pada awal perjalanan, Paox tidak putus asa. Di etape perjalanan, Paox selalu mem-posting tulisan serta foto-foto yang didapatnya selama dalam perjalanan ke akun Facebook pribadinya. Dari situ, banyak teman Paox yang berkomentar, bersimpati, dan memberikan bantuan.



’’Banyak yang bilang, ’Eh aku senang lihat perjalananmu, tak ikut kontribusi ya’,’’ katanya.



Bahkan, berkat tulisan perjalanannya secara berkala itu, Paox bisa bertemu dengan kawan lamanya semasa tinggal di Semarang. Dia kini menetap di Padang. Dari temannya tersebut, Paox juga mendapat bantuan. ’’Dia bilang akan ikut urun bensin. Eh, tak tahunya dikasih Rp 15 juta, hahaha...,’’ ujarnya.

Editor: Fim Jepe
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore