alexametrics

Dosen UWKS Ciptakan Gula yang Ramah untuk Penderita Diabetes

16 September 2021, 07:48:07 WIB

Di tangan tiga srikandi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), nira siwalan atau lontar disulap menjadi amunisi yang siap melindungi pasien diabetes dari lonjakan glukosa dalam darah. Tiga perempuan hebat itu merupakan dosen prodi teknologi industri pertanian (TIP). Yakni, Dr Ir Endang Retno Wedowati MT, Dr Ir Fungki Sri Rejeki MP, dan Diana Puspitasari STP MT.

DIMAS NUR APRIYANTO, Surabaya

SIAPA yang tidak kenal buah siwalan. Ukuran buahnya mungil dan berbentuk bulat. Setelah dikupas, sekilas buah siwalan mirip kolang-kaling. Buahnya bening dan kenyal, tapi masih bertekstur sedikit padat.

Cara mengonsumsi siwalan juga cukup mudah. Bisa dikonsumsi langsung atau diolah menjadi minuman. Nah, Wedowati memiliki cara lain untuk menikmati siwalan yang juga bermanfaat bagi penderita diabetes itu. ’’Kami mencoba menghadirkan gula alternatif yang bisa dipakai penderita diabetes dengan memanfaatkan nira siwalan,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Gula siwalan itu diteliti Wedowati dan tim pada 2015–2016. Kemudian pada 2018, bak gayung bersambut, dikti membuka program hibah paten pada 2018. Wedowati menjajal program tersebut.

Proposal invensi disusun. Proposal dikirimkan pada Oktober 2018. Hasilnya membuat ujung kanan dan kiri bibir ketarik atas. ’’Alhamdulillah dipanggil untuk bimtek menyempurnakan usulan invensi gula siwalan ini,” ujarnya.

Seluruh proses hak paten diikuti melalui website Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Wedowati dan tim tidak banyak campur tangan.

Dikti-lah yang mendaftarkan semua proses. ’’Saya cuma setor draf invensi ke dikti. Kami mengikuti proses itu. Tidak ada komunikasi dengan Kemenkum HAM, kami cuma menunggu,” kenangnya.

Proses tidak berhenti di situ. Wedowati dan tim diminta menunggu pengumuman permohonan paten selama enam bulan. Wedowati mengatakan, hal itu dimaksudkan untuk memastikan bahwa usulan patennya benar-benar orisinal. Tidak ada orang yang sebelumnya memiliki paten tersebut. Setelah itu, Wedowati baru diperbolehkan membuat artikel jurnal.

Pada Juni tahun ini, ada kabar baik tentang hak paten. Wedowati dan tim dinyatakan memiliki paten gula siwalan tersebut. Senyum mengembang di tiga bibir srikandi itu. Perasaan lega mencuat. ’’Selain yang gula siwalan, kami mendapat paten untuk gula cair kimpul dengan indeks glikemik rendah dan proses penghilangan rasa gatal pada tepung umbi kimpul,” ucap Wedowati.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads