Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Oktober 2015 | 05.57 WIB

Albiner Sitompul, dari Istana Kepresidenan ke Panggung Drama Musikal

ALBINER SITOMPUL ditemui di Balai Latihan Kesenian, Jakarta. - Image

ALBINER SITOMPUL ditemui di Balai Latihan Kesenian, Jakarta.

Tanpa background teater, Albiner Sitompul memberanikan diri menyutradarai drama musikal lewat penghayatan skenario dan adegan demi adegan. Bertema refleksi Sumpah Pemuda, dia juga berharap bisa memanggungkannya di berbagai daerah.



NORA SAMPURNA, Jakarta



Mengenakan kemeja putih berlengan panjang dan celana hitam, Albiner Sitompul duduk bersila di dalam ruangan Balai Latihan Kesenian, Jakarta. Ditemani secangkir kopi, dengan sabar dia menunggu para pemain bersiap untuk latihan dan kru menyiapkan properti malam itu (20/10).



Beberapa saat kemudian dia memberikan aba-aba. "Yuk, kita latihan satu babak sebelum break magrib," ujar pria yang pangkat militernya kini brigadir jenderal itu.



Mantan kepala Biro Pers Istana Kepresidenan itu memang tengah sibuk mempersiapkan drama musikal bertajuk Jambar Ni Parsubang. Drama buat perayaan Sumpah Pemuda itu akan dipentaskan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, nanti malam.   



Karena itu, malam itu pandangannya sangat terfokus untuk memperhatikan adegan demi adegan yang dimainkan sambil mengatur tempo. Mengarahkan kapan saatnya musik masuk untuk mengiringi adegan.



Sesekali sosok berpostur tegap tersebut berdiskusi dengan pria berambut panjang dikepang yang duduk di sampingnya. Pria itu adalah Eddie Karsito, seniman yang kerap memproduksi pertunjukan teater dan drama.



Eddie-lah yang meyakinkan bahwa Albiner mampu menyutradarai pertunjukan drama musikal tersebut. Idenya memang datang dari Albiner. Juni lalu, saat masih menjabat Kabiro Pers, Media, dan Informasi, pria kelahiran 23 Februari 1954 tersebut ingin menyiapkan sesuatu untuk menyambut peringatan Sumpah Pemuda.



"Saya khawatir, 28 Oktober tidak ada yang menyelenggarakan acara. Sebab, fokus orang lebih banyak ke peringatan 17 Agustus," papar Albiner.



Misi yang diemban adalah refleksi momen Sumpah Pemuda 87 tahun silam sekaligus kembali memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Media yang dipilih adalah seni pertunjukan melalui drama musikal yang dimainkan kalangan muda.



Lalu, apakah Albiner punya latar belakang seni teater? "Ada, teater kehidupan langsung, ha ha ha," ucapnya.



Berangkat dari ide tersebut, dia lantas berusaha mewujudkannya. Terlebih, sejak tidak lagi bertugas di biro pers istana, dia punya waktu yang lebih luang. Tapi, di tengah perjalanan, dia sempat mengalami stagnasi.



Padahal, waktunya sudah mendesak, makin dekat dengan Oktober. Akhirnya, pada 20 September lalu, lewat perantaraan seorang teman, Albiner menemui Eddie di Cibubur.



Dari diskusi itu, Eddie mengeksplorasi gagasan Albiner dan meyakinkan mantan birokrat tersebut untuk menjadi sutradara. "Drama musikal ini akan menjadi yang pertama disutradarai oleh orang dengan background militer dan birokrat," tutur Eddie, menyemangati.



Dia pun setuju menjadi supervisor produksi untuk membantu Albiner. "Dari situ, saya menghayati diri, membaca lingkungan, situasi, budaya. Kembali ke skenario, terus dihayati adegan per adegan," lanjut Albiner.

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore