
Antasari Azhar (kiri) dan Handoko Halim di Tangerang kemarin. Antasari kini menjalani asimilasi di kantor notaris milik Handoko.
JawaPos.com - Handoko merasa mendapat partner yang tepat. Sebab, background pendidikan dirinya adalah hukum perdata, sedangkan Antasari Azhar, mantan ketua KPK kaya pengalaman di hukum pidana.
"Saya jadi banyak belajar dari masukan-masukan beliau," imbuhnya.
Pertemanan itulah yang sempat membuat Handoko bingung menentukan gaji Antasari. Gaji itu harus tetap diberikan karena mesti disetor ke kas negara.
Akhirnya, setelah berbicara dengan Antasari dan pihak lapas, disepakatilah gaji per bulan yang diberikan Rp 3 juta.
"Ini saya tidak bohong. Ada kuitansinya dan sudah saya setor ke kas negara," tegas Antasari sambil menunjukkan selembar kuitansi.
Di tengah perbincangan, tiba-tiba datang satu keluarga yang terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki. Ternyata, mereka sudah punya janji bertemu Antasari untuk berkonsultasi masalah jual beli tanah di daerah Gunung Sindur, Bogor.
Lebih dari sejam Antasari melayani konsultasi keluarga tersebut. Pertemuan itu dilakukan di ruangan yang hanya tertutup kaca bening.
Antasari tampak santai melayani konsultasi tersebut. Beberapa kali dia menyalakan rokok kereteknya sambil berdiskusi dengan tamunya.
Setelah menemui keluarga itu, Antasari meminta waktu untuk makan siang. Dia menuju bagian dalam kantor notaris.
"Tamu yang saya temui tadi itu tinggal di Jakarta. Tapi, ternyata mereka berasal dari kampung halaman saya, di Bangka Barat," ungkap pria kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung, itu setelah selesai makan siang.
Merasa berasal dari daerah yang sama, keluarga tersebut sempat meminta foto bersama. "Gak tahu kenapa mereka mau foto sama saya ya? Kan saya ini masih berstatus narapidana," ujarnya.
Selama sebulan bekerja di kantor notaris Handoko Halim, Antasari kerap mendapati kejadian unik. Pernah suatu hari datang seorang tamu yang punya janji menghadap ke salah seorang notaris di kantor Handoko.
Tamu itu sudah dilayani si notaris. Namun, ketika melihat Antasari datang, tiba-tiba tamu tersebut meninggalkan si notaris itu. Dia meminta waktu agar bisa mengobrol dengan Antasari.
Ternyata, tamu itu curhat bahwa dia baru membeli tanah dan melakukan ikatan jual beli. Tapi, hingga kini dia tak kunjung mendapatkan surat-surat tanah dari si penjual.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
