Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2015 | 22.57 WIB

Kenangan dan Cerita Pertentangan Batin Antasari Azhar di Balik Penjara

Antasari Azhar (kiri) dan Handoko Halim di Tangerang kemarin. Antasari kini menjalani asimilasi di kantor notaris milik Handoko. - Image

Antasari Azhar (kiri) dan Handoko Halim di Tangerang kemarin. Antasari kini menjalani asimilasi di kantor notaris milik Handoko.

JawaPos.com - Handoko merasa mendapat partner yang tepat. Sebab, background pendidikan dirinya adalah hukum perdata, sedangkan Antasari Azhar, mantan ketua KPK kaya pengalaman di hukum pidana.



"Saya jadi banyak belajar dari masukan-masukan beliau," imbuhnya.



Pertemanan itulah yang sempat membuat Handoko bingung menentukan gaji Antasari. Gaji itu harus tetap diberikan karena mesti disetor ke kas negara.



Akhirnya, setelah berbicara dengan Antasari dan pihak lapas, disepakatilah gaji per bulan yang diberikan Rp 3 juta.



"Ini saya tidak bohong. Ada kuitansinya dan sudah saya setor ke kas negara," tegas Antasari sambil menunjukkan selembar kuitansi.



Di tengah perbincangan, tiba-tiba datang satu keluarga yang terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki. Ternyata, mereka sudah punya janji bertemu Antasari untuk berkonsultasi masalah jual beli tanah di daerah Gunung Sindur, Bogor.



Lebih dari sejam Antasari melayani konsultasi keluarga tersebut. Pertemuan itu dilakukan di ruangan yang hanya tertutup kaca bening.



Antasari tampak santai melayani konsultasi tersebut. Beberapa kali dia menyalakan rokok kereteknya sambil berdiskusi dengan tamunya.



Setelah menemui keluarga itu, Antasari meminta waktu untuk makan siang. Dia menuju bagian dalam kantor notaris.



"Tamu yang saya temui tadi itu tinggal di Jakarta. Tapi, ternyata mereka berasal dari kampung halaman saya, di Bangka Barat," ungkap pria kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung, itu setelah selesai makan siang.



Merasa berasal dari daerah yang sama, keluarga tersebut sempat meminta foto bersama. "Gak tahu kenapa mereka mau foto sama saya ya? Kan saya ini masih berstatus narapidana," ujarnya.



Selama sebulan bekerja di kantor notaris Handoko Halim, Antasari kerap mendapati kejadian unik. Pernah suatu hari datang seorang tamu yang punya janji menghadap ke salah seorang notaris di kantor Handoko.



Tamu itu sudah dilayani si notaris. Namun, ketika melihat Antasari datang, tiba-tiba tamu tersebut meninggalkan si notaris itu. Dia meminta waktu agar bisa mengobrol dengan Antasari.



Ternyata, tamu itu curhat bahwa dia baru membeli tanah dan melakukan ikatan jual beli. Tapi, hingga kini dia tak kunjung mendapatkan surat-surat tanah dari si penjual.

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore