alexametrics

Gofar Hilman, Pecahkan Rekor Siaran 34 Jam Nonstop lewat Radiothlon

Sempat Alami Masalah Lambung dan Pencernaan
6 Juli 2019, 12:47:50 WIB

MISI  sosial bisa dilakukan dengan cara apa pun. Penyiar Hard Rock FM Jakarta Gofar Hilman membuktikan hal itu. Demi misi membangun seratus sekolah untuk anak-anak korban bencana alam di tanah air, dia rela bersiaran 34 jam nonstop. Sendirian.

DINDA JUWITA

Dentuman musik mendominasi seisi lantai 8 gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin (5/7). Entakan musik Jump Around milik House of Pain yang booming di era 1990-an menyelimuti ruangan yang mayoritas diisi kantor radio-radio ternama ibu kota tersebut.

Di balik meriahnya aransemen lagu-lagu yang diputar, ada nama disc jockey (DJ) yang tengah naik daun, yakni Dipha Barus. Dia asyik memainkan mixer. Keramaian itu menyeruak bukan tanpa sebab. Salah seorang penyiar radio Hard Rock FM, yakni Gofar Hilman, tengah bungah.

Pria 36 tahun itu baru saja memecahkan rekor siaran terlama, selama 34 jam, bertajuk Radiothlon. Capaian Gofar tersebut sekaligus menggeser rekor yang dibuat para pendahulunya.

Pada 2002, penyiar Hard Rock FM lainnya, yakni Farhan dan Indy Barends, membuat rekor siaran selama 32 jam. Setelah resmi menggeser rekor Farhan dan Indy, Gofar dihadiahi selebrasi yang meriah itu.

Radiothlon memang bukan hanya soal pemecahan rekor. Acara itu mengusung misi sosial. Menggalang dana demi terwujudnya seratus ruang sekolah untuk anak Indonesia yang menjadi korban bencana alam.

Pria yang terkenal dengan jargon sekut itu layak mendapatkan apresiasi. Sebab, berbeda dengan Farhan dan Indy yang siaran dengan formasi duet, Gofar melalui 34 jam siaran tersebut tanpa pendamping. Ary Kirana, rekan duet yang dijadwalkan mendampingi Gofar, mendadak tak bisa melanjutkan misi tersebut. Ayahanda Ary meninggal sehari sebelum Radiothlon digelar.

’’Semalem (Kamis) gue interview sama DJ Yasmin dan Elephant Kind sambil meremNggak kebuka ini mata. Gue capek banget,’’ ujar Gofar saat ditemui setelah Radiothlon di Hard Rock FM kemarin sore (5/7).

Kelelahan yang dirasakan pria kelahiran 26 April 1983 tersebut tentu lumrah. Bayangkan saja, jika penyiar normal siaran 2–3 jam, Gofar harus melakukannya sehari lebih.

Dia menceritakan, dirinya memulai siaran pada Kamis (4/7) pukul 06.00 dan baru berakhir Jumat (5/7) pukul 16.00. Jatuh bangun dilakoninya sepanjang Radiothlon berlangsung. Berbagai tantangan harus dihadapi di sela-sela siaran.

Pria bernama lengkap Abdul Gofar Hilman itu menceritakan, saat siaran dimulai, semuanya berlangsung normal. Meski kurang tidur, dia mengaku tetap semangat menjalankan misi tersebut.

Jawa Pos menemui Gofar saat siaran memasuki waktu 12 jam. Pria yang juga dikenal sebagai vloger dan pengusaha tersebut mengakui, tantangan terberatnya adalah menahan kantuk. Namun, hal itu disiasati dengan ngopi.

Tak lama, kru Hard Rock FM pun menginstruksinya untuk cek kesehatan. Tim medis memang disiagakan selama Radiothlon berlangsung. Dengan sigap, dokter memasukkan slang oksigen ke hidung Gofar. Tensinya selalu dipantau. Seluruh hasil menunjukkan bahwa kondisi kesehatannya masih normal. ’’Kata dokter, soal lambung, pencernaan. Katanya, gue punya gerd, asam lambung. Nah, permasalahannya, gue nggak bisa berhenti minum kopi. Jadi, ya hajar aja. Tapi, minum air putih banyak banget. Satu jam bisa 1 liter,’’ urainya.

Meski begitu, dia mengaku tak patah arang. Bagi dia, misi sosial tersebut harus tuntas. Sebab, sejak tawaran siaran 34 jam itu datang dua pekan lalu, dia memang antusias. Tanpa ba-bi-bu, dia dan Ary menyetujuinya.

Namun, di tengah jalan, takdir berkata lain. Gofar harus bersiaran tanpa kehadiran rekan duetnya itu. Gofar pun cukup mengerti dengan duka yang harus dihadapi Ary. Dia tetap maju. Pantang mundur.

BERHASIL: Gofar Hilman berhasdil memecahkan rekor siaran selama 34 jam nonstop lewat program radiothlon. Dia sempat mengalami masalah pencernaan. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Untung, 30 bintang tamu yang dihadirkan di Radiothlon cukup memberikan suntikan semangat kepada Gofar. Secara bergantian, mereka mengisi sesi interview. Belasan jam berselang, tamu Gofar pun berganti. Memasuki pukul 19.00, giliran Farhan, Meuthia Kasim, dan Indy Barends yang menemani Gofar.

Sosok-sosok senior di dunia broadcasting tersebut mendapat giliran sebagai bintang tamu. Mereka menceritakan pengalaman masing-masing. Kepada Jawa Pos, Farhan memberikan apresiasi untuk Gofar. Dia menilai Gofar sanggup mengemban tugas yang tak mudah. Terlebih, ada misi sosial di dalamnya.

’’Harus mengeksekusi sendiri siaran itu nggak mudah. Jadi, kami ikut merasakan beratnya kalau harus siaran sendirian. Tapi, di balik itu, ada juga tim yang luar biasa dalam bekerja sama,’’ ujar pria bernama lengkap Muhammad Farhan tersebut pada Kamis (4/7).

Pria 49 tahun itu menceritakan, saat memecahkan rekor 32 jam siaran, dirinya dan Indy kerap mengalami kehaluan pada jam-jam krusial. Awalnya, siaran itu berlangsung wajar. Namun, memasuki dini hari, mood mereka diuji. ’’Wah, edan lahMood naik turun, mesti dijaga. Mulai jam 3 sampai 7 pagi itu paling krusial,’’ tuturnya.

Presenter acara Om Farhan tersebut menuturkan, pandangannya bahkan sempat kabur dan berkunang-kunang. Menurut dia, hal itu adalah dampak ngantuk yang dirasakan. Namun, Farhan dan Indy memiliki trik untuk menyiasati mood swing. Alih-alih mengikuti skrip dari tim, keduanya malah membuka sesi curhat.

’’Bayanginnya kita lagi sendirian, patah hati, tengah malam, kangen banget, mau curhat apa sama siapa. Nah, itu malah dapet banget,’’ tutur pemeran ayah Milea di film Dilan 1990 tersebut.

Farhan pun berharap publik memberikan dukungan untuk misi sosial yang diemban Gofar itu. Dia optimistis apa yang dilakukan juniornya tersebut membuahkan hasil positif bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitar.

Gofar mengamini ucapan Farhan. Dia berharap dapat membantu masyarakat. Saat siaran, dia merasakan momen yang sangat berkesan. Dia cukup kaget ketika sesi siaran bersama Maudy Ayunda. Sebab, dalam sesi yang berlangsung pada pukul 10.00 tersebut, donasi terbesar masuk ke laman kitabisa.com.

’’Maudy sangat persuasif. Dengan bahasanya, dia ngajak orang-orang untuk berdonasi. Tiba-tiba, ada yang transfer Rp 50 juta. Kaget gue,’’ tutur pria berkacamata itu.

Meski kaget, dia amat bersyukur. Hal itu membuktikan bahwa apa yang dilakukannya bisa menuai hasil. Yang paling membahagiakan Gofat, selama 34 jam siaran, donasi yang terkumpul mencapai Rp 174 juta. Jumlah itu dipastikan terus bertambah hingga berita ini diturunkan. Sebab, laman donasi kitabisa.com/raihmimpi100sekolah  dibuka hingga 40 hari mendatang. Target donasi dalam misi tersebut adalah Rp 250 juta. Program itu akan berlangsung maraton dengan rangkaian acara lain.

Setelah mengakhiri begadang terlama dalam hidupnya, Gofar pun mendapatkan hadiah dari Hard Rock FM. Dia mengakui, tim tak menginformasikan adanya hadiah itu. Hadiah dua tiket liburan menaiki kapal pesiar selama empat hari di Singapura dan sekitarnya telah menanti Gofar. Ketika ditanya akan mengajak siapa untuk berlayar, dia memiliki jawaban sendiri.

’’Pasangan liburannya ngajak siapa, gue masih seleksi nih,’’ kelakarnya. Siap-siap, ya, Bang. Habis ini, barisan para mantan DM minta diajak. Hehe…

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */co1/nar




Close Ads