Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Oktober 2018 | 17.22 WIB

Anggap Enam Orang yang Diselamatkan sebagai Anak Sendiri

Kapal nelayan di Desa Wani, Donggala, Sulawesi Tengah, hancur akibat terbawa arus tsunami Kamis  (4/10). - Image

Kapal nelayan di Desa Wani, Donggala, Sulawesi Tengah, hancur akibat terbawa arus tsunami Kamis (4/10).

Marthinus dan Alfret Hamaele menyelamatkan enam orang dari reruntuhan hotel. Saat mereka mencari Meiren, putri Marthinus dan adik Alfret, yang sampai kemarin belum ditemukan.


EDI SUSILO, Palu


---


HANYA dua senter senjata mereka. Yang satu berbentuk mungil dan dipegang sang bapak. Sumber cahaya satunya lagi dari ponsel milik si anak. Padahal, yang akan dijelajahi adalah reruntuhan hotel yang ambruk akibat guncangan gempa.


Namun, Marthinus dan Alfret Hamaele tak gentar. Di tengah gulita Palu, mereka bergerak di antara puing Hotel Mercure. Mencari Meiren Hamaele, anak Marthinus sekaligus adik Alfret. Meiren bekerja sebagai tenaga sales marketing hotel yang terletak di Palu, Sulawesi Tengah, tersebut.


Baru beberapa saat melangkah di antara reruntuhan, keduanya mendengar suara minta tolong. Bapak dan anak itu lantas mencari asal suara. Kemudian, menemukan empat orang yang sedang terjebak di lantai 1.


Karena tak punya alat, keduanya akhirnya menyiasati dengan membuat celah di antara reruntuhan.


Pelan-pelan membongkar bongkahan demi bongkahan.


"Keempat orang itu akhirnya bisa kami tarik keluar dengan selamat," kenang Alfret tentang kejadian pada Jumat tengah malam lalu tersebut (28/9).


Dari keempatnya, Marthinus dan Alfret mendapat kabar bahwa Meiren berada di dalam reruntuhan. Semangat bapak dan anak itu pun kembali bangkit.


***


Gempa pada Jumat siang lalu itu memicu kepanikan di seantero Palu. Semua tunggang-langgang menyelamatkan diri.


Di tengah suasana seperti itu, Meiren menelepon salah seorang kakaknya. Menanyakan kabar sang mama, Rahel Latongki.


"Tapi, oleh kakak, diminta menelepon mama langsung," kenang Alfret yang mendapat cerita itu dari sang kakak.


Rahel ketika itu memang tidak berada di rumah keluarga yang berlokasi di Palu Selatan. Tengah menjalani kegiatan peribadatan. Juga, dia selamat dari dampak guncangan gempa.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore