
PERNIKAHAN DINI: Reski, 12, dan Sarmila,17, pasangan suami-istri di Kampung Lannyong, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulsel.
Janur kuning masih menghiasi bagian depan rumah. Lamming (dekorasi) masih terpampang. Pesta baru saja usai. Ini bukan pesta biasa. Pesta pernikahan itu jadi buah bibir. Mempelainya dua pelajar muda. Res, 12, baru tamat SD. Pasangannya, Mil, 17, baru kelas XI SMK.
IKSAN, Bantaeng
---
PESTA perkawinan di rumah mempelai laki-laki itu baru saja selesai. Di Kampung Lannyong, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Bantaeng, Sulawesi Selatan. Suasana dekorasi khas Makassar begitu kental di dalam rumah.
Saat bertemu Fajar (Jawa Pos Group) pada Jumat (31/8), keduanya duduk melantai. Masing-masing mengenakan cincin perkawinan. Agak sungkan awalnya. Namun, tak lama. Selanjutnya, mereka terbuka.
"Sudah satu tahun pacaran, kita (berdua, Red) mau nikah. Jadi, minta sama orang tua," beber Mil yang bersekolah di salah satu SMK di Bantaeng.
Res sebenarnya baru dua bulan lulus SD. Namun, kenal Mil sejak beberapa tahun lalu. Bermula dari sering chatting, akhirnya mereka jadian. Setahun ini mereka pacaran.
Keduanya lantas ingin menikah. Alasannya sudah mampu membangun rumah tangga. Mereka percaya. Awal bertemu Res, kata Mil, saat acara keluarga. Berlanjut saling tukar nomor ponsel. Komunikasi pun intensif via chatting.
"Karena keluarga, jadi ketemu, sering teleponan. (Selalu) ketemu juga kalau pulang sekolah," ujar perempuan kelahiran 10 April 2002 itu.
Ayah Res, Salaming, memberi penjelasan. Keluarga menikahkan keduanya lantaran sering mendapat informasi tentang kedekatan Res dan Mil.
"Adat kita di sini sangat kental. Saya sering dengar mereka ketemu. Karena biasa kalau disuruh antar bawang lama baru pulang," urainya. Karena sudah terbiasa menikahkan dini anak-anaknya, Salaming pun menikahkan Res. Empat anaknya juga menikah dini. Baginya, itu lumrah dalam keluarganya.
Apalagi pergaulan remaja saat ini kian memprihatinkan. "Itu juga salah satu alasan kami nikahkan. Apalagi, dia (Res) sudah bisa cari uang sendiri," katanya.
Salaming mengaku mengajari anak bungsunya itu mencari uang dengan berkebun sejak usia 7 tahun. Kebiasaan itulah yang membuat Res hidup mandiri dan bisa mencari nafkah.
"Kami juga anggap dia sudah bisa cari nafkah untuk istrinya. Biasa dia bawa mobil ke Makassar antar bawang merah. Dia jadi petani bawang merah saja," ujarnya.
Sementara itu, Mil mengaku akan berusaha menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk suaminya. Meskipun suaminya lebih muda daripada usianya. "Sudah saling mengenal (sifat)," katanya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
