
Produksi kopi Java Preanger 80 persen diekspor ke Jepang
JawaPos.com- Cerita tentang kopi tak pernah ada habisnya. Komoditas yang telah jadi bagian gaya hidup ini, juga berkembang apik di sejumlah belahan bumi Indonesia
Berbagai jenis dan varietas kopi telah ditanam di Indonesia, bahkan tidak sedikit telah punya nama dan jadi pembicaraan penikmat kopi dunia. Kopi Toraja, Kopi Sidikalang diantaranya.
Berbagai keunikan bisa dikulik dari bisnis kopi, mulai dari menanam, memasarkan hingga potensinya dalam menyerap tenaga kerja di daerah kopi itu ditanam. Salah satu usaha perkebunan kopi yang berkembang cukup pesat bisa ditemui di Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Meski telah dikembangkan sejak zaman Belanda, tepatnya sejak VOC masuk ke Indonesia, kopi Java Preanger asal Pengalengan baru kembali marak ditanam petani akhir tahun 2000-an.
Petani yang cukup sukses menanam di Pengalengan adalah Mochamad Aleh Setiapermana. Ayah tiga anak ini lebih dari 15 tahun mengembangkan usaha perkebunan kopi di sana. "Saya bertanam kopi dari harga per kilonya Rp 1.000 pada akhir 2000an, sekarang sudah mencapai Rp 10.000 per kilo," ungkapnya.
Bukan hanya untuk memenuhi periuk keluarga, Aleh, 48, begitu dia biasa disapa, bersama petani lainnya telah mengembangkan Koperasi Margamulya yang kini telah menghimpun lebih 200 petani kopi di Pengalengan.
Lewat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Negara Indonesia (BNI), Koperasi Margamulya telah tumbuh menjadi produsen kopi handal dengan 80 persen mengisi permintaan dari Jepang. Kini, pembeli dari Amerika Serikat (AS) juga mulai menjajaki pembelian kopi Pengalengan. "Jepang membeli kopi Pengalengan lewat Mitsubishi Corporation," kata Aleh.
Dengan sekitar 200 anggota kelompok tani, Aleh bersama pengurus koperasi lainnya bahu membahu membantu anggota koperasi yang dikembangkannya, agar petani bisa memanfaatkan akses perbankan dalam mendukunh usaha pertanian kopinya.
"Masa sibuk menggiling kopi di periode panen kopi pada Maret - Agustus, meski di bulan lainnya ada yang panen meski tidak banyak," kata Aleh.
Selama enam bulan, petani kopi di koperasi yang dipimpinnya bisa memproduksi sekitar 100 ton kopi yang berjenis Sigarar Untang. Sebanyak 80 ton diekspor ke Jepang dengan importir Mitsubhisi Corporation. Sisa 20 persen produksinya dimanfaatkan untuk memenuhi pasar lokal.
Aleh menyebut kopi Pengalengan yang berjenis Arabica jadi incaran pecinta karena rasa spicy (pedas) selain asam yang jadi ciri khas kopi Arabica.
Dia menyebut potensi perkebunan kopi di Pangalengan yang kini mencapai 200 hektare bisa dikembangkan hingga 300 hektare. "Masih ada potensi 100 hektare yang siap dikembangkan," katanya.
Menurutnya, pasar yang bagus dan dukungan BNI dalam bentuk KUR mendorong antusias masyarakat pengembangan kopi. Dengan bibit yang baik dan perawatan bagus, kopi sudah bisa dipanen dalam jangka 1,5 tahun.
"Petani semangat bertanam kopi karena hasilnya sangat bagus. Setidaknya bisa menekan warga pergi ke kota. Termasuk warga yang pulang dari luar negeri sebagai TKI, kini banyak memilih jadi petani kopi," pungkas Aleh.
Antusias petani memanfaatkan KUR diakui terus meningkat. Namun, Aleh lewat Koperasi Margamulya mengaku tetap selektif menyeleksi anggotanya yang ingin memanfaatkan pinjaman. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kredit bermasalah. "Selama ini baik untuk bantuan pendanaan lewat PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) maupun KUR, pengembalian dari petani lancar," pungkasnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
