
Nyak Sandang saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Rabu (21/3).
Sosok Nyak Sandang kini sudah menjadi perhatian negara. Hal itu sangat wajar, karena sumbangsih warga Aceh itu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak terbilang besarnya. Dia adalah salah satu saksi hidup dari sekian banyak warga Aceh yang awal kemerdekaan ikut bederma dalam upaya pembelian pesawat pertama Indonesia, R-001.
Reyn Gloria--Jakarta
Seusai bertemu dengan Presiden Jokowi pada Rabu (21/3), ayah dari tujuh anak itu sudah mendapatkan harapannya. Sakit katarak yang dialami selama ini diobati sang presiden di RSPAD Gatot Subroto. Tidak hanya itu dua permintaan lainnya bakal dikabulkan orang nomor satu di Indonesia itu.
"Kami berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden," ungkap Khaidar, 45, anak bungsu Nyak Sandang kepada JawaPos.com, Jumat (23/3).
Diakuinya, sebelum ke Istana dan disorot media, ayahnya bukanlah siapa-siapa. Bahkan di kampung halamannya, Gampong (desa) Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Nyak Sandang tidak begitu dikenal.
Namun, Khaidar bangga atas yang dilakukan kakek dan ayahnya karena bisa memberikan kontribusi yang sangat berarti untuk negeri yang ditinggalinya.
Meski demikian, di kala muda Nyak Sandang adalah sosok yang sangat dihormati, karena menjadi kepala desa. "Iya, Ayah (Nyak Sandang) kepala desa Lhuet tahun 1960, ya seperti menurun jadinya ke saya," jelas Khaidar yang kini juga menjabat sebagai kepala desa yang pernah dipimpin ayahnya dulu.
Walau menjadi sosok yang dihormati dulu hingga kini Nyak Sandang tetap rendah hati. "Beliau mengayomi orangnya. Ayah itu suka sekali bercerita," kenang Khaidar.
Khaidar mengingat ketika masa-masa keluarganya kesulitan ekonomi Nyak Sandang tetap berjuang untuk keluarganya dapat bertahan hidup.
"Susah ekonomi ya memang sempat, tapi bapak saya orang yang mau bekerja dan bersyukur jadinya tak berasa susah. Walau hidup seadanya dia jalani dengan ikhlas," tuturnya penuh dengan senyuman.
Ketika menjadi kepala desa, Nyak Sandang dulu selalu didatangi warganya yang akan menyelenggarakn pernikahan. Umumnya pasangan itu datang untuk meminta petuah dan restu dari Nyak Sandang.
"Warga sering ke rumah bincang-bincang karena beliau tokoh di sana. Apalagi di sana kalau ada yang mau kawin itu datang ke tempat bapak saya dulu, sudah disegani," kata Khaidar.
Setelah ikut menyumbang untuk pembelian pesawat dan Nyak Sandang sudah tidak lagi menjadi kepala desa, kehidupan dengan keluarga tidak begitu lebih baik secara materi.
Walau demikian, Nyak Sandang sangat pantang baginya untuk meminta-minta kepada masyarakat atau pemerintah. "Katanya jangan karena beliau ikhlas , membantu Presiden Soekarno. Jadi saya dan kakak-kakak pun ikut dengan apa kata beliau," terangnya.
Setelah tujuh dekade berlalu, kini Nyak Sandang mendapatkan apa yang dia berikan dulu kepada Indonesia. Penyakit kataraknya dioperasi oleh pihak RSPAD Gatot Subroto atas perintah Presiden Jokowi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
