
Ilustrasi: Peralatan make-up untuk merias wajah. (Istimewa)
JawaPos.com - Meski hanya merias jenazah, tetap harus memperhatikan peralatan dan jenis make-up yang akan digunakan. Sebab, layaknya orang hidup, wajah jenazah pun memiliki karakter yang berbeda.
Terlebih jika merias jenazah keturunan atau orang dari luar negeri. Seperti yang diungkapkan perias jenazah, Ver, 46. Tidak hanya dari dalam negeri, ibu dua orang ini juga kerap menerima klien dari luar seperti warga negara Jepang, India, Tiongkok, hingga Eropa.
Rata-rata orang luar mempunyai warna kulit putih kemerah-merahan. Sehingga, jenis make-up yang digunakan pun berbeda dengan jenazah lokal. Biasanya, ia melakukan trik khusus dengan menggunakan foundation dan bedak dengan warna senada. Namun, lain halnya dengan orang India yang lebih cenderung mempunyai warna gelap, maka gaya riasan pun disesuaikan dengan warna kulit.
“Saya selalu siap dengan berbagai warna foundation yang gelap hingga cerah. Dan untuk klien luar biasanya cairan pengawetnya lebih keras karena harus dibawa ke negaranya dalam waktu yang lama. Untuk rambut, hairspray juga harus banyak biar nggak gampang rontok dan tahan lama,” terangnya.
Ketika ditemui JawaPos.com, Ver mengungkapkan butuh waktu lama untuk menyatukan jiwanya dengan pekerjaan merias jenazah. Saat pertama menerima tawaran dari seorang teman, ia menguatkan niat dan langkahnya.
Keterampilan yang sudah ada, terus ia asah dengan mengikuti beberapa seminar dan kursus. Selain itu ia rajin melakukan make-up test untuk memastikan hasil riasannya sesuai dengan pakem tata rias jenazah. Tujuannya agar bisa memberikan pelayanan terbaik terhadap keluarga almarhum.
Untuk satu kali merias, biasanya ia mendapatkan upah Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Hal tersebut tentu disesuaikan dengan lokasi rumah duka. Apabila terlalu jauh ia juga mendapatkan upah lebih banyak.
Ver telah lama bekerja sama dengan sejumlah Rumah Duka di wilayah Jakarta. Dalam sehari ia bisa melayani rias 3 hingga 5 jenazah. Jumlah itu tidak menentu setiap bulan, tergantung dari banyaknya permintaan yang diterimanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
