Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Februari 2025 | 20.47 WIB

Perjuangan Nur Laili Eka Febrianti Menjadi Eki Febriant, Selanjutnya Ingin Segera Bisa Melakukan Hal-Hal sebagai Lelaki

RESMI JADI LELAKI: Eki Febriant menunjukkan foto-fotonya ketika masih bernama Nur Laili Eka Febrianti. (BAGUS RIO ROHMAN/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)

”Persimpangan identitas” sudah dirasakan Nur Laili Eka Febrianti sejak SD, termasuk tak pernah menstruasi sampai di usia 23 tahun sekarang ini. Hasil pemeriksaan kromosom menunjukkan genetiknya laki-laki.

BAGUS RIO ROHMAN, Banyuwangi

---

SEORANG bapak, konon, adalah ”cinta pertama” anak perempuannya. Dia mungkin tidak banyak bercerita, tapi dia jelas selalu mendengarkan belahan hatinya.

Itulah kenapa Muslih, seorang bapak di Kelurahan Banjarsari, Banyuwangi, Jawa Timur, rela bersusah payah sejak tahun lalu demi memenuhi keinginan anak sulungnya, Nur Laili Eka Febrianti, yang ingin mendapatkan kejelasan status. Sebab, meski terlahir sebagai perempuan 23 tahun lalu, Laili merasa sebagai lelaki.

Apalagi, seperti dilansir Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (18/2), hasil analisis kromosom di RSUD dr Soetomo, Surabaya, pada Oktober 2024 memperkuat tengara Laili. Pemeriksaan kromosom memperlihatkan 46, XY yang merupakan genetik laki-laki.

”Jadi, anak saya yang saat itu meminta untuk dilakukan pemeriksaan karena dirinya merasa sebagai laki-laki,” ungkap Muslih.

Laili lantas mengajukan perubahan jenis kelamin di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Pengajuan perubahan jenis kelamin dari perempuan menjadi laki-laki.

Selain itu, anak pertama pasangan Muslih dan Poniti tersebut juga mengajukan permohonan perubahan nama menjadi Eki Febriant. Pengajuan perubahan jenis kelamin dan nama tersebut sudah tercatat di PN Banyuwangi.

Tepatnya dengan nomor perkara 14/Pdt.P/2025/PN Byw. Berdasar sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Banyuwangi, permohonan itu diajukan pada 10 Februari lalu.

”Pengajuan tersebut dilakukan setelah kami melakukan serangkaian proses pemeriksaan, baik secara genetik, kejiwaan, maupun urologi di RSUD Blambangan maupun RSUD dr Soetomo,” ujar Muslih.

Dirasakan sejak SD

Kelainan genetik Laili sudah dirasakan sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Meski menggunakan hijab dan berkumpul dengan perempuan sebayanya, dia lebih tertarik dengan perempuan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore