Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Oktober 2024 | 20.56 WIB

Langganan dan Menembus Jajaran 2% Scientist Worldwide, Riset Veryl Hasan Temukan Hiu Air Tawar di Beberapa Daerah

KONSISTEN MENELITI: Veryl dalam salah satu penelitiannya di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung. Sedari kecil dia punya ketertarikan terhadap ikan. (Dokumentasi Veryl Hasan) - Image

KONSISTEN MENELITI: Veryl dalam salah satu penelitiannya di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung. Sedari kecil dia punya ketertarikan terhadap ikan. (Dokumentasi Veryl Hasan)

Veryl Hasan masuk jajaran Top 2% Scientist Worldwide 2024 berkat kegigihannya 10 tahun meneliti ratusan ikan. Berharap pemerintah bisa lebih agresif melindungi aset keanekaragaman hayati.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

---

IKAN membawa Veryl Hasan ke banyak tempat dan prestasi bergengsi. Saat ini, misalnya, dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu sedang di Jepang untuk meneliti ikan padi.

Ikan bersirip pari kecil itu bisa ditemukan di perairan tawar dan payau dari India ke Jepang, juga Kepulauan Melayu, terutama Sulawesi. Dosen 34 tahun tersebut berkolaborasi dengan ilmuwan di University of The Ryukyus.

Selama 10 tahun terakhir, Veryl memang menekuni riset tentang keanekaragaman hayati, khususnya ikan-ikan di Indonesia. Total sudah ratusan jenis ikan yang diteliti dan terpublikasikan di dalam jurnal-jurnal ilmiah terindeks Scopus.

”Hasil riset tentang keanekaragaman jenis ikan di Indonesia yang membawa saya sampai masuk ke dalam Top 2% Scientist Worldwide 2024,” katanya kepada Jawa Pos melalui daring kemarin (9/10).

Itu kali pertama dosen muda tersebut masuk jajaran bergengsi yang disusun Universitas Stanford itu. Veryl mengaku sejak kecil tertarik pada ikan.

Ketertarikan itu berlanjut hingga kuliah di tempat dia mengajar sekarang. Setelah bergabung sebagai dosen di FPK pada 2018, dia mulai lebih fokus berkecimpung dalam riset keanekaragaman ikan.

’’Kurang lebih 10 tahun ini saya mulai meneliti tentang jenis ikan di Indonesia,” ujarnya.

Sampai saat ini, Veryl sudah melakukan riset hingga terpublikasi nasional dan internasional sekitar 60-an jurnal dengan jumlah sitasi rata-rata 600-an. Jumlah sitasi tersebut bersifat fluktuatif. Artinya, terus bertambah sewaktu-waktu.

’’Sebenarnya, saya tidak pernah menargetkan secara khusus untuk bisa masuk ke dalam 2% scientist di dunia. Semua mengalir saja karena saya bekerja sesuai dengan passion,” imbuhnya.

Temuan Mengejutkan

KONSISTEN MENELITI: Veryl Hasan di laboratorium University of Ryukus, Jepang. (Dokumentasi Veryl Hasan)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore