
IRISAN WILAYAH: Ketua RW dan RT, Johannes Sugiono (empat kiri, berdiri) dan Ripan (lima kiri, berdiri) berfoto bersama pemuda karang taruna kampung Dukuh Menanggal X-XI di bawah gapura tanda masuk kampung, Jumat (18/11).
Banyak orang berpikir bahwa kampung di sebelah kiri bundaran Waru, sisi selatan, adalah bagian dari Kabupaten Sidoarjo. Padahal, kampung seluas 23 kilometer persegi itu masih masuk wilayah Surabaya. Meski bantuan APBD kerap tersendat-sendat, penduduk di sana masih punya ’’nasionalisme’’ yang tinggi terhadap Kota Pahlawan.
TAUFIQURRAHMAN
ADA dua akses utama menuju Kampung Dukuh Menanggal X-XI. Pertama, lewat terowongan gelap di sebelah barat Mal City of Tomorrow (Cito). Yang kedua, belok kiri selepas bundaran Waru sebelum memasuki tol Surabaya–Gempol.
Nanti ada gapura berlambang hiu dan buaya. Sebagai garis pembatas, ada jalan melingkar sepanjang 665 meter yang mengitari kampung tersebut. Butuh tidak lebih dari sepuluh menit untuk mengitari seluruh kampung.
Sebelah timurnya adalah lahan ilalang yang tidak terpakai. Sebelah selatan adalah sungai kecil. Orang-orang sebelah utara sungai adalah warga Surabaya, sedangkan warga selatan sungai adalah penduduk Sidoarjo.
Tak perlu diragukan, kampung itu punya semua ’’atribut’’ Kota Surabaya. Gapuranya oranye. Ada balai RW dengan taman baca masyarakat (TBM). Jalan juga ber-paving stone yang berwarna-warni. Pot-pot bunga tertata.
Lalu, yang tak ketinggalan, Bonek dengan militansi yang tinggi. Fasilitas kampung juga cukup lengkap. Ada musala, taman pendidikan Alquran (TPA), sentra PKL, pertokoan, bengkel, pusat kegiatan warga, rumah dokter praktik, hingga studio musik sendiri.
Bisa disebut sebuah Surabaya mini. Kamis sore (17/11), anak-anak muda kampung tersebut berkumpul di lapangan tenis campur sepak bola di lahan kosong selatan bundaran Waru. Lapangan itu pasti bakal terlihat jelas dari atas kendaraan yang akan meninggalkan Kota Surabaya.
Rupanya mereka sedang membuat spanduk bernada protes terhadap keputusan kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dinilai merugikan klub kesayangan mereka, Persebaya Surabaya.
’’Nanti kita pasang biar ketok (kelihatan) ada perlawanan,’’ kata Ikhwal Kiswanto, koordinator pembuatan spanduk. Pemimpin tertinggi kampung itu adalah Ketua RW 04 Johannes Sugiono. Satu-satunya RW yang membawahkan tiga RT.
’’Orang-orang tahunya batas Surabaya itu jalan tol (akses tol Surabaya–Gempol, Red). Padahal, batasnya sungai di belakang itu,’’ katanya selepas mempersilakan Jawa Pos di ruang tamunya. Sugiono hafal betul bagaimana kisah kampung tersebut.
Dulu, kampung pimpinannya itu masih menyatu dengan Kelurahan Dukuh Menanggal di sebelah utara. Namun, sejak 1984, Dukuh Menanggal ’’ditebas’’ oleh pembangunan akses tol Surabaya–Gempol dan Surabaya–Juanda hingga menyisakan sepotong kecil dari Dukuh Menanggal di sebelah selatan.
’’Yang jadi jalan tol sekarang itu dulunya juga kampung. Orang-orangnya sudah pindah. Tidak tahu ke mana,’’ kata Sugiono memulai cerita. Sejak ada akses tol, warga harus menyeberang ke utara untuk mengurus semua hal di kelurahan.
Sebenarnya ada fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO) yang langsung menuju Dukuh Menanggal di utara. Namun, sekitar satu dekade silam, JPO tersebut dibongkar dan diganti dengan underpass (terowongan) di sebelah barat Cito.
Penggantian itu tentu saja sangat ditunggu-tunggu warga. Sebab, menurut Sugiono, warga selalu kerepotan ketika harus mengantarkan kereta jenazah ke pemakaman Dukuh Menanggal di belakang gedung Graha Pangeran BNI Surabaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
