Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Mei 2024 | 23.31 WIB

Mbah Wahyuni Terus Mendaki Puncak-Puncak Gunung, Jalan Kaki ke Pasar dan Gowes Bersama Anak-Cucu Kunci Kebugaran

JAGA KONDISI: Mbah Wahyuni di puncak Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan. - Image

JAGA KONDISI: Mbah Wahyuni di puncak Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan.

Sudah 15 gunung yang ditapaki Mbah Wahyuni sejak berusia 59 tahun sampai sekarang. Tertarik karena kegemaran anak-anaknya yang tiap tiga sampai empat bulan sekali mendaki.

RIYAN FADLI, Kota Pekalongan

---

WAKTU menunjukkan pukul 21.30 WIB saat Wahyuni sampai di Alun-Alun Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Perempuan 70 tahun itu sedang gowes bersama anak-anak, cucu-cucunya, dan komunitas pesepeda.

Sepeda kecil berwarna biru menemaninya pada malam Minggu (27/4) yang ramai itu. Jarak yang ditempuh sekitar 4 kilometer.

Mbah Yuni, demikian dia biasa disapa, tengah mengaso saat Jawa Pos Radar Semarang yang sudah janjian datang menemui. Perempuan yang pada 24 Juni depan menginjak usia 71 tahun itu masih terlihat bugar.

’’Tidak begitu ngos-ngosan karena sudah biasa. Cuma kadang kalau mau naik jembatan di-step (dorong, Red) sama anak,’’ ujarnya.

Gowes adalah agenda rutin Mbah Yuni sebulan sekali tiap malam Minggu terakhir. Itu salah satu upayanya untuk menjaga kondisi. Kebugaran yang terjaga itu pula yang jadi kunci di balik keberhasilannya mendaki sampai puncak sejumlah gunung di tanah air di usia yang sudah sangat sepuh.

Bisa jadi dia pendaki tersepuh di Indonesia yang masih aktif mendaki saat ini. Sudah 15 gunung yang titik tertingginya ditapaki Mbah Yuni.

Dia mulai tertarik mendaki pada 2012, saat usianya juga sudah tidak muda lagi: 59 tahun. Yang pertama didaki adalah Gunung Slamet di Jawa Tengah.

’’Awalnya anak-anak (saya) itu seneng naik gunung, tiga atau empat bulan sekali pasti naik gunung. Pada naik semua, akune pingin, (penasaran) di atas ada apanya,’’ tuturnya.

Mbah Yuni punya sembilan anak, salah satunya sudah meninggal dunia. Anak-anak itulah yang kerap menemaninya mendaki. Tak cuma di Jawa seperti Slamet, Prau, dan Raung, tapi juga luar Jawa seperti Latimojong di Sulawesi Selatan dan Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Mbah Wahyuni bersepeda di Alun-Alun Kota Pekalongan (27/4).

Kegiatan keluarga itu biasa dilalui beramai-ramai. Namun, tak jarang hanya beberapa orang yang ikut naik.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore