Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Desember 2022 | 14.48 WIB

Berkunjung ke RW 4 Pagesangan, Peraih Juara II Surabaya Smart City

RUMAH KOMPOS WARGA: Sejumlah warga RT 04, RW 04, Wisma Pagesangan, Surabaya, mempraktikkan pembuatan kompos dari ranting daun yang berjatuhan   di sekitar rumah mereka dengan pengolahan di rumah kompos pada September lalu. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

RUMAH KOMPOS WARGA: Sejumlah warga RT 04, RW 04, Wisma Pagesangan, Surabaya, mempraktikkan pembuatan kompos dari ranting daun yang berjatuhan di sekitar rumah mereka dengan pengolahan di rumah kompos pada September lalu. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Julukan kampung laboratorium pengelolaan lingkungan pada RW 4 Kelurahan Pagesangan tak sekadar nama. Berbagai program inovatif dan solutif dihasilkan warga. Di antaranya, konservasi air dan rumah kompos.

RAMADHONI CAHYA C., Surabaya

REPRESENTASI kampung laboratorium pengelolaan lingkungan terlihat nyata di RW 4 Kelurahan Pagesangan. Beragam program inovatif yang diciptakan mengantarkan kampung itu menjadi juara II Surabaya Smart City (SSC) 2022. Warga menilai raihan tersebut melebihi ekspektasi.

Meski, persiapan warga dalam pergelaran SSC memang tak singkat. Tidak hanya sehari dua hari. Mereka terus mematangkan konsep agar sesuai dengan indikator penilaian juri.

Sekaligus membuat program yang mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar melalui terobosan anyar. Salah satunya adalah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang diberi nama Jeram. Akronim dari jernih dan aman.

IPAL yang dibangun secara swadaya itu memanfaatkan barang bekas pakai. Biaya pembuatan tak sampai Rp 5 juta. Hasilnya, air saluran yang keruh menjadi bersih dan dapat dimanfaatkan untuk budi daya ikan air tawar. Tentu saja warga tetap memperhatikan aspek higienitas air dengan melakukan uji laboratorium.

’’Setelah dilakukan pengujian, tingkat bakteri umum dan Escherichia coli menurun drastis. Saat ini aman untuk ternak ikan gurami,’’ ucap Ketua RW 4 Kelurahan Pagesangan Hamy Wahjunianto, Minggu (25/12). Ada empat media dalam penyaringan air di IPAL Jeram. Yakni, batu zeolit, arang kayu, bioball, dan filter dakron. Alat tersebut disiapkan warga pada tahap penilaian menuju 75 besar.

IPAL lain yang terletak di RT 5 juga digunakan untuk penyiraman tanaman secara otomatis. Sebab, warga di kampung juara pengelolaan lingkungan terbaik SSC 2020 itu didominasi lansia sehingga mereka pun menghemat waktu serta tenaga.

Tak hanya IPAL, warga juga memiliki rumah kompos yang berdiri sejak 2011. Sebulan sekali, daun serta ranting dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk padat dan cair. Ide itu berawal dari jarak tempat pembuangan sampah (TPS) yang cukup jauh. Memang, hasil produksi tidak menentu. Namun, jika ada, hasilnya dibagikan ke warga.

Warga terus menekankan unsur kebaruan. Misalnya, pengembangan lubang sisa dapur (lubsida) yang memiliki kapasitas lebih besar. Serta, proses pemanenan pupuk kompos yang lebih mudah. Mereka memberi nama Y-Lubsida dan U-Lubsida. Mengacu pada konstruksi pipa paralon yang dipakai.

’’Umumnya kan lubsida itu hanya paralon lurus. Di sini letak inovasi kami ada keunikan, manfaat, kebaruan, dan tentu memberikan solusi,’’ ungkap Hamy.

Bahkan, usaha kecil menengah (UKM) warga pun tak terlepas dari aspek kesehatan lingkungan. Pelaku UKM menerapkan empat hal. Yaitu, kemasan ramah lingkungan, tidak menggunakan pengawet makanan, dan merekrut karyawan yang tidak merokok. Juga, menggandeng penyuplai yang peduli kesehatan dan lingkungan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore