Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Desember 2022 | 20.40 WIB

Rutin Berkeliling Indonesia untuk Mencari Pemain

BUAH KERJA KERAS: Selebrasi tim voli Bank Jatim setelah menjuarai Livoli dengan mengalahkan TNI-AU dalam final di GOR Ki Mageti, Magetan (12/11). (ANGGER BONDAN/JAWA POS) - Image

BUAH KERJA KERAS: Selebrasi tim voli Bank Jatim setelah menjuarai Livoli dengan mengalahkan TNI-AU dalam final di GOR Ki Mageti, Magetan (12/11). (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

Kunci Sukses Klub Voli Putri Bank Jatim Juara Livoli 9 Kali dalam 13 Tahun

Keberhasilan klub voli putri Bank Jatim didukung kombinasi para pemain senior dengan regenerasi yang terus berjalan. Dua musim ke depan, mereka berencana untuk kembali ke Proliga.

RIZKA PERDANA PUTRA, Surabaya

---

MEGAWATI Hangestri langsung bersujud ketika spike yang dia lepaskan tidak dapat diantisipasi outside hitter Miva Ratna Sari. Sementara itu, Arneta Putri Amelian, yang memberikan umpan kunci kepada Mega, juga langsung memeluk rekan satu timnya, Meidita Fika Indriana.

Beberapa pemain Bank Jatim lain yang berada di bangku cadangan juga langsung berhamburan masuk ke lapangan. Mereka semua merayakan kesuksesan Bank Jatim meraih juara Livoli Divisi Utama setelah mengalahkan TNI-AU di final dengan skor 3-1 (27-29, 25-15, 25-22, 25-18) pada Sabtu (12/11) tiga pekan lalu itu.

Gelar tersebut, bagi voli Bank Jatim, terasa begitu spesial karena diraih dengan perjuangan luar biasa. Sempat tertatih di penyisihan grup di Banyuwangi dengan finis sebagai runner-up di bawah Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia, mereka ternyata mampu bangkit dan meraih gelar keempat secara beruntun.

Tidak hanya itu, kemenangan tersebut juga semakin menegaskan superioritas Bank Jatim di ajang Livoli. Dalam 13 musim terakhir, mereka mendominasi dengan raihan 9 kali gelar juara dan 3 kali runner-up. Rianita Panirwan cs hanya sekali gagal melaju ke babak final pada Livoli 2015 di Bandung.

’’Luar biasa perjuangan anak-anak kali ini, pemain senior, pemain junior semua tampil luar biasa,’’ kata pembina voli Bank Jatim Johanes Koento seusai laga.

Ya, bisa meraih gelar satu atau dua kali mungkin menjadi hal yang biasa. Tapi, membentuk tim yang konsisten berprestasi lebih dari satu dekade tentu bukan hal yang mudah. Hal itu diakui Koento. Selama 18 tahun voli Bank Jatim berdiri, banyak permasalahan yang muncul.

’’Kami pasang surut, di tiap kejuaraan pasti ada gejolak, ada saja masalah. Pernah, karena tidak ada persiapan, kami hanya target sekadar bertahan di Livoli,’’ kata Koento.

Namun, manajemen voli Bank Jatim selalu punya cara. Beruntung, sejak awal berpartisipasi di Livoli 2006, Bank Jatim juga punya materi pemain mumpuni.

Mereka saat itu merekrut pemain berlabel nasional seperti libero Anna Yohana, Wenny Evita Sari, Rianita Panirwan, Ratih Puspita, atau Dini Indah Sari. Lalu, ada juga beberapa pemain dengan usia lebih muda seperti Maya Kurnia Indri.

Dengan materi pemain tersebut, Bank Jatim mampu mengawinkan gelar Livoli Divisi Utama dan Proliga musim 2008. Dan, beberapa pemain kunci seperti Rianita, Dini Indah, dan Maya masih tampil hingga saat ini. Kehadiran pemain senior itu diakui mampu mengangkat performa tim.

’’Pemain senior pasti punya pengaruh. Makanya, kami tetap panggil Mbak Rian misalnya untuk memberi motivasi dan menjadi penghubung dalam tim,’’ kata pelatih Bank Jatim Labib.

Kehadiran pemain senior itu didukung regenerasi yang terus berjalan. Sejak 2010, Bank Jatim memilih untuk berhenti ikut Proliga dan fokus di kejuaraan nasional Livoli. Dari situ, mereka tidak lagi merekrut pemain tim nasional, tapi mulai membentuk sendiri.

Pelatih kepala saat itu, Mashudi, ditugasi untuk mencari pemain. Tidak hanya di Jawa Timur, tapi sampai ke seluruh Indonesia. ’’Teman-teman yang memang pintar voli saya minta datang ke kejurnas junior. Aktif sampai ke Kalimantan. Dulu Aprilia Manganang kali pertama latihan juga bersama kami sebelum ke Bandung,’’ kata Koento.

Ada juga, lanjut dia, pelatih daerah lain yang mendatangkan pemainnya ke sini. ’’Seperti Asih (Titi Pangestuti). Mungkin nama besar Bank Jatim memang jadi daya tarik,’’ imbuhnya.

Hasilnya pun tampak. Setelah generasi Maya Kurnia Indri, Yulis Indahyani, atau Novia Andriyanti, muncul sejumlah nama baru seperti Faiska Dwi Permata Ratri, Asih Titi Pangestuti, dan Yolana Betha Pangestika.

Lalu, generasi selanjutnya muncul Megawati Hangestri dan Meidita Fika Indriana. Mega, yang sudah mendapat panggilan timnas voli Indonesia sejak usia 18 tahun, awalnya harus mulai dari bawah ketika gabung Bank Jatim. ’’Mega dulu mukul bolak-balik sampai mecahno (memecahkan, Red) lampu,’’ ujar Koento. ’’Tapi, pengalaman dia terus bertambah, kami titipkan juga ke tim-tim Proliga,’’ imbuhnya.

Nah, ketika Mashudi tidak lagi menangani tim, tongkat estafet kepelatihan dipegang Labib. Dengan cara yang sama, yaitu berkeliling ke berbagai daerah, muncul sejumlah pemain baru. Yaitu, outside hitter Ajeng Viona Adelea dan tosser Arneta Putri Amelian. Dua pemain itu sama-sama berusia 20 tahun dan baru menjadi pemain inti Bank Jatim di kompetisi Livoli tahun ini.

Meski masih berusia muda, Ajeng dan Arneta sudah menjadi andalan. Ajeng menjadi pencetak poin terbanyak kedua Bank Jatim setelah Megawati. Sedangkan Arneta juga mampu menyaingi tosser timnas, Yolana Betha.

’’Dulu saya ambil Arneta dari Grobogan. Saya datang ke sana. Saat itu saya tertarik karena rambutnya disemir. Wah, bahaya ini pasti anaknya. Tapi, bahaya dalam arti positif ya, yaitu punya mental yang bagus, dan mulai terbukti dia juga istimewa,’’ jelas Labib.

Nah, komposisi pemain senior dan junior itu juga didukung kebersamaan di dalam tim. Beberapa kali masalah sempat muncul, tapi sejauh ini tidak sampai memengaruhi performa pemain di lapangan.

"Kuncinya punya rasa tanggung jawab dan disiplin. Pelatih tanggung jawab melatih dan pemain tanggung jawab latihan. Kalau kita nggak disiplin waktu, nggak disiplin berlatih, ya kami ketinggalan," kata Labib.

Kini, di bawah direksi baru, Bank Jatim berencana untuk mengambil satu langkah penting. Yaitu, kembali ke Proliga. Jika berjalan lancar, mereka berencana untuk come back di ajang profesional pada 2024 mendatang. "Direksi baru ingin ke sana, ikut Proliga," ujar Koento.

Akan tetapi, lebih penting lagi, Koento berharap Bank Jatim masih bisa konsisten mencetak bibit-bibit pemain baru. "Bukan juara yang penting, melainkan regenerasi yang penting," tandasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore