
DUKA IBUNDA: Royidah, ibunda Nabil Azfa Putra Dyah, tak kuasa menahan tangis saat jenazah putranya akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Jl Yos Sudarso, Pucang, Sidoajo, kemarin.
JawaPos.com – Ilham Ramadhani ingat benar, kepadanya, sang teman, Nabil Azfa Putra Dyah, pernah bercerita ingin meneruskan jejak sang ayah menjadi polisi. Jadi, selepas menuntaskan pendidikan di SMAN 1 Sidoarjo, Jawa Timur, rencananya sudah jelas: mendaftar ke Akademi Kepolisian (Akpol).
Namun, nasib berkata lain. Remaja 17 tahun itu mengembuskan napas terakhir kemarin (19/1) dini hari di rumah sakit di Ngawi setelah menjadi salah seorang korban kecelakaan bus rombongan siswa SMAN 1 Sidoarjo. Nabil mengalami luka robek di belakang kepala.
Siswa Kelas XII putra Aiptu Sucipto, anggota Unit Patroli Polsek Candi, Sidoarjo, tersebut merupakan korban meninggal kedua dalam kecelakaan pada Kamis (18/1) malam di Kilometer 577 tol Solo–Ngawi yang masuk wilayah Desa Watualang, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Korban meninggal lainnya adalah Sutining Hidayah, 59, salah seorang guru yang turut mengawal rombongan 10 bus yang pulang dari study tour di Jogjakarta menuju ke Surabaya itu.
”Nabil itu juga pengurus OSIS di SMA dan sering main badminton ataupun joging bersama anak-anak,” kata Ilham kepada Jawa Pos yang menemuinya saat takziah ke rumah duka di kawasan Jalan Yos Sudarso, Pucang, Sidoarjo.
Menurut Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, dari 10 bus satu rombongan, bus kedua yang disopiri Riwiyono mengalami kecelakaan. Petaka datang saat melintas di tempat kejadian perkara. Ada truk nopol W 7473 UP yang dikemudikan Sukmo Asmoro yang terguling karena pecah ban. ”Posisi truk melintang di tengah tol,” terangnya.
Upaya pengereman sopir bus tak mengubah keadaan. Jarak yang kelewat dekat membuat tabrakan tak terelakkan. ”Setelah menabrak truk, bus masuk ke parit sedalam 5 meter,” jelas Kapolres sebagaimana yang dikutip dari Jawa Pos Radar Ngawi.
Amelia Angelina Ramadhini, salah seorang korban selamat, mengingat, menjelang kejadian, dirinya masih tidur. ”Begitu sopir banting setir ke kiri, saya refleks terbangun. Yang lain sudah teriak astagfirullah,” katanya.
Saat itu juga, refleks dia duduk jongkok membungkuk saat bus terguling. Beberapa kali Amel terbentur. ”Saya duduk di kursi nomor 2 dari belakang. Beruntung hanya lebam di kaki,” ujarnya.
Begitu bus berhenti berguling, pelan-pelan dia dan rekannya beranjak ke luar bus. Setelah beberapa saat, ada petugas yang datang membawa senter. Amel dan siswa lainnya diminta duduk, sementara petugas membantu evakuasi.
Amel masih teringat betul kondisi rekan lainnya yang juga tertimpa musibah tersebut. Bahkan, dia menyaksikan langsung keadaan Nabil. ”Kondisinya masih sadar, tapi muntah-muntah,” ungkapnya.
Hingga kemarin siang, ada dua siswa dan satu guru yang dirawat di Ngawi. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Fenny Apridawati menyampaikan bahwa tiga orang tersebut bakal dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar dan RSUD Sidoarjo. ”Dua nanti di RSI Siti Hajar, mereka mengalami cedera kepala ringan. Satu lagi di RSUD Sidoarjo yang alami patah tulang kaki,” ungkapnya. (eza/uzi/edi/sae/den/c14/ttg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
