
Ilustrasi polisi. Dok JawaPos
JawaPos.com - Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga, mengakui bahwa polda pendidikan untuk taruna kurang manusiawi.
Nyaris setiap hari mereka harus beraktivitas mulai pukul 04.00 sampai pukul 22.00, bahkan lebih. Karena itu, mulai tahun ini dia menambah jam istirahat untuk para taruna Akpol.
Menurut Daniel, jam istirahat selama 1 jam 15 menit diberikan agar para taruna bisa tidur siang sebelum melanjutkan pembelajaran.
Menurut dia, tambahan jam istirahat itu merupakan salah satu bagian dari ikhtiar perbaikan dan proses penyempurnaan kurikulum di Akpol. Harapannya pola pembelajaran untuk para taruna Akpol semakin baik.
”Memang kalau kita perhatikan, kalau kita pikirkan memang sementara ini pendidikan kita kurang manusiawi. Karena mereka bangun misalnya jam 4 pagi, sholat, ibadah mulai dari jam 4 pagi sampai jam 10 malam tanpa ada istirahat mereka melaksanakan kegiatan,” kata Daniel dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR pada Kamis (3/4).
Kondisi itu dinilai semakin berat bagi para taruna, karena saat ini Akpol sudah menggunakan sistem SKS. Sehingga para taruna harus duduk dan mengikuti pembelajaran di dalam kelas setiap hari.
Menurut Daniel, tidak mungkin para taruna bisa konsentrasi penuh jika saban hari mereka memulai aktivitas jam 4 pagi sampai jam 10 malam atau lebih.
”Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini memang mulai hari ini kami sudah implementasikan untuk di Akpol itu sudah ada istirahat siang. Yaitu mereka akan kami alokasikan waktu 1 jam 15 menit untuk tidur siang, tidur siang sebelum masuk mereka proses pembelajaran berikutnya,” lanjut Daniel.
Jenderal bintang dua Polri itu pun memastikan, saat ini Akpol sudah menerapkan pembelajaran berbasis hak asasi manusia (HAM) dan kemanusiaan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
