
INOVASI: Dr dr Yan Efrata setelah lulus dalam sidang terbuka di FK Unair. (Septinda Ayu/Jawa Pos)
Manusia memiliki keterbatasan pembuluh darah. Hal itu membuat pasien yang pembuluh darahnya akan dioperasi mengalami kesulitan. Karena itu, Dr dr Yan Efrata Sembiring SpB SpBTKV (K) menciptakan prototipe graft pembuluh darah dengan menggunakan arteri mesenterika sapi. Pakai metode stem cell.
SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya
DOKTER Yan Efrata Sembiring SpB SpBTKV (K) begitu semangat memaparkan hasil temuannya tentang pembuluh darah saat sidang terbuka untuk mendapatkan gelar doktor di aula Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Selasa (29/3). Di hadapan para promotor, laki-laki 47 tahun itu membuat inovasi prototipe graft pembuluh darah menggunakan arteri mesenterika sapi dengan teknik stem cell.
Penelitian yang digarap sejak tiga tahun lalu itu pun mendapatkan sambutan positif dari para promotor dalam sidang terbuka secara offline tersebut. Sebab, hingga saat ini banyak ahli bedah toraks kardiovaskular yang kesulitan melakukan operasi terhadap pasien yang memiliki keterbatasan pembuluh darah.
’’Hal itu membuat hasil operasi pembuluh darah kurang optimal. Bahkan, tidak sedikit juga pasien tidak jadi dioperasi karena tidak memiliki pembuluh darah yang cukup,” kata Yan kepada Jawa Pos setelah sidang doktor.
Normalnya, pembuluh darah diambil dari tubuh pasien tersebut. Yan mencontohkan, bagi seseorang yang ingin operasi bypass jantung, akan diambil pembuluh darah dari kaki, tangan, atau tulang dada. Namun, pada beberapa pasien, tidak ada pembuluh darahnya.
’’Penyebabnya bisa beragam. Bisa karena sumbernya memang tidak bagus. Hal itu menyulitkan ahli bedah toraks kardiovaskular,” ujarnya.
Pasien yang mau dioperasi seharusnya membutuhkan 2 atau 3 graft pembuluh darah. Namun, karena sumbernya tidak ada, hanya ada 1 graft. Hal itu tentu tidak bagus sehingga membuat pengobatannya tidak optimal.
’’Jadi, harus dicari solusinya,” kata suami dr Novita Damayanti SpKK itu.
Di pasaran, sudah cukup banyak produk pembuluh darah sintetis atau buatan, tetapi semua hasilnya menunjukkan tidak baik. Dari situlah, Yan melakukan penelitian untuk membuat prototipe pembuluh darah dengan memanfaatkan arteri mesenterika sapi dengan teknik stem cell.
’’RSUD dr Soetomo memiliki bank jaringan dan ahli di bidang stem cell. Jadi, penelitian ini kami kembangkan,” ujar ayah dua anak tersebut.
Hasil dari disertasinya itu pun menjanjikan. Yan membuat pembuluh darah menggunakan pembuluh darah arteri mesenterika sapi yang kemudian ditanamkan stem cell. Jadi, menyerupai pembuluh darah alami manusia.
’’Stem cell yang ditanamkan akan membuat pembuluh darah sapi tersebut menjadi sama dengan pembuluh darah alami manusia,” jelasnya.
Yan mengatakan, hasil disertasi yang telah dibuat tersebut akan dilanjutkan ke tahap uji coba terhadap hewan dan clinical trial terhadap manusia. Harapannya, jika hasil clinical trial benar-benar bagus, riset tersebut akan menjadi produk karya FK Unair dan RSUD dr Soetomo.
’’Ke depan, produk ini diharapkan dapat digunakan pada manusia atau pasien. Yang paling penting lagi, riset ini bisa menjadi produk,” kata ayah Joan Angelina Sembiring dan John Pranata Sembiring itu.
Penelitian tersebut memang dihasilkan dalam waktu yang cukup lama. Sebab, sebelumnya harus dilakukan penelitian pendahulu. Mulai proses menemukan pembuluh darah yang baik hingga teknik membuat stem cell yang baik.
’’Jadi, butuh waktu tiga tahun,” ujarnya.
Berdasar hasil in vitro atau laboratorium eksperimental, riset pembuluh darah arteri mesenterika sapi diperoleh menyerupai pembuluh darah manusia yang alami. Untuk mengetahui efikasi riset tersebut, harus dilihat saat pembuluh darah itu diimplankan ke manusia.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
