
PESANAN MENGALIR: Eri Sudarmono mengawasi pembuatan robot harimau pesanan Rachmat Gobel di Er Art Studio, Bantul (20/1). (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
Photo
PESANAN MENGALIR: Eri Sudarmono mengawasi pembuatan robot harimau pesanan Rachmat Gobel di Er Art Studio, Bantul (20/1). (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
Hingga saat ini, dia tidak merasa sulit menemukan bahan baku. Hanya, beberapa kondisinya sudah tidak sempurna. ”Nanti kalau bahannya sudah habis, bisa pakai mobil,” ujarnya.
Satu robot seperti Bumblebee biasanya membutuhkan 5 motor dan 20 tangki bensin 20 buah. Dan, Bumblebee pertama yang dibuatnya membawa berkah. Setelah diunggah di Instagram, respons positif terus mengalir. Pesanan silih berganti datang.
”Sampai sekarang sudah dibuat lebih dari 50 robot,” tuturnya.
Pengerjaan satu robot paling sulit memakan waktu sekitar tiga minggu. ”Tapi, sejauh ini tidak ada yang rumit atau permintaan yang aneh-aneh,” imbuh Eri.
Dia membanderol satu replika robot sekitar Rp 30 juta. Tambah rumit dan harus menggunakan banyak motor lawas, harganya akan lebih mahal. ”Kalau mau pesan, nanti kasih DP (down payment) dulu berapa persen,” ucapnya.
Untuk pengiriman, Eri bisa mencarikan. Dengan begitu, konsumen cukup menunggu replika robotnya di rumah.
Hampir semua konsumennya berasal dari luar Jogjakarta. Ada Jakarta, Manado, bahkan dari luar negeri seperti Tiongkok dan Jerman. ”Kemarin dari Australia dan Amerika ada yang telepon juga,” tutur pria yang pernah belajar di ISI Jogjakarta itu.
Belum lama ini, dia ditelepon konsumennya di Jakarta. Konsumen tersebut memberikan DP sekitar Rp 200 juta dan meminta dibuatkan robot.
Konsumen itu tidak menyebut berapa replika robot yang akan dibuatkan. Waktu Jawa Pos berkunjung, Eri tengah menyelesaikan robot yang naik becak untuk konsumen tersebut. ”Padahal, sampai sekarang belum pernah ketemu. Katanya cuma lihat di TV,” ucap Eri.
Hingga sekarang, pesanan terbanyak datang dari Tiongkok. Salah satu konsumennya memesan 100 buah replika robot. ”Sudah 30 yang saya kirim ke sana,” tuturnya.
Sementara itu, konsumen dari Jerman sudah empat kali memesan. Relasi internasionalnya memang terbangun sejak dia melukis. Dulu sebelum pandemi, sekitar 30-an lukisan bisa dikirim ke luar negeri tiap bulan.
Laris manis pesanan replika robot itu tidak hanya dirasakan Eri. Sebanyak 14 karyawannya juga merasakan. Sebagian di antara mereka merupakan karyawan yang dulu membantu Eri dalam bisnis dekor. ”Untuk pengawasan, saya punya ide, lalu mereka bantu. Tetap saya tunggui,” ungkapnya.
Eri selalu menyampaikan ke karyawannya bahwa semua pekerjaan harus dilakukan secara serius. Setiap pesanan harus dibuat dalam detail yang baik. Meski pengerjaannya tidak bisa cepat, yang penting konsumen puas.
Apresiasi juga datang dari Menparekraf Sandiaga Uno. Belum lama ini, Eri berbincang lewat layanan video call dengan Sandi. Selain mendapat ucapan selamat atas karyanya, Eri diminta bertemu ketika nanti ke Jakarta. ”Pak Sandi juga bilang kalau nanti mau buka di Jakarta akan dibantu,” ucapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
