
CATATAN SEJARAH: Siti Marwiyah, rektor perempuan pertama Unitomo 2021-2025, saat ditemui di kantornya Senin (14/6). (Septinda Ayu Pramitasari/Jawa Pos)
Siti Marwiyah resmi menggantikan Bachrul Amiq memimpin Universitas dr Soetomo (Unitomo). Adik bungsu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD itu pun menjadi rektor perempuan pertama Unitomo sejak berdiri pada 1981.
SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya
JADWAL Siti Marwiyah begitu padat setelah resmi dilantik sebagai rektor baru Universitas dr Soetomo pada 2 Juni lalu. Begitu juga saat ditemui Jawa Pos pada Senin (14/6), perempuan 53 tahun itu baru pulang mendampingi sang kakak, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, dalam pertemuan bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Kebetulan, sang kakak ikut turun langsung dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para tokoh di Madura berkaitan dengan kasus Covid-19. ’’Ini tadi mendadak diminta untuk bertemu dengan gubernur, saya mendampingi kakak (Mahfud MD),” katanya.
Kebetulan saat itu tengah ramai permasalahan peningkatan kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura. Mahfud MD pun turun langsung ke lapangan untuk bertemu dengan beberapa tokoh agama dan pejabat daerah di Madura. Tujuannya, mengajak sekaligus mengedukasi agar masyarakat bisa ikut bersama-sama menekan persebaran Covid-19.
Di ruang kerjanya, tidak sedikit tamu yang ingin bertemu dengan Siti. Selain urusan kampus, banyak pula tamu yang datang berkaitan dengan permintaan bantuan hukum. Meski begitu, Siti berusaha mengatur waktunya untuk bisa meng-handle kampus dengan sebaik-baiknya.
’’Kemarin diminta ke Jakarta juga. Baru pulang. Saya juga masih aktif di lembaga bantuan hukum,” ujar perempuan kelahiran Pamekasan tersebut. Saat ini Siti memang aktif di dunia pendidikan. Namun, dulu dia mengikuti jejak sang kakak. Yakni, dunia hukum.
’’Basic saya memang hukum. Mulai S-1 sampai S-3 saya di ilmu hukum,” kata dia.
Siti mengawali kariernya menjadi dosen di Fakultas Hukum Unitomo pada 1 September 1992 hingga sekarang. ’’Bisa dibilang, kampus yang saya tuju pertama dan terakhir adalah Unitomo,” ujarnya. Dia mengatakan sangat mencintai dunia hukum. Tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai advokat. ’’Saya lebih dulu menjadi dosen. Baru kemudian menjadi advokat pada 1996,” ujarnya.
Bagi Siti, memiliki keahlian di bidang hukum membawanya menjadi seseorang yang bisa membantu banyak orang. Pada saat masih kuliah, dia aktif di Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH). ’’Sampai sekarang tidak hanya memberikan bantuan ke orang terpinggirkan secara hukum. Namun, kasus yang secara klir atau benar secara hukum juga saya tangani,” jelasnya.
Meski menjadi advokat sangat menyenangkan karena dapat membantu banyak orang, Siti juga memiliki keinginan untuk mengembangkan perguruan tinggi. Karena itu, dia memilih berfokus pada dunia pendidikan melalui kampus Unitomo. Sementara, bidang advokat tetap berjalan. Hanya, tidak semua kasus ditangani sendiri.
Hingga akhirnya, karier Siti terus berkembang, baik di bidang advokat maupun akademisi. Pada 1996–1999, Siti menjabat sekretaris LKBH. Kemudian menjadi ketua LKBH pada 1999–2000. Begitu juga di dunia pendidikan, perempuan kelahiran 28 April 1968 itu pernah menjabat wakil dekan I, dekan, wakil rektor I, hingga akhirnya menjadi rektor Unitomo.
Pencapaian itu membuat Siti mencatatkan sejarah sebagai rektor perempuan pertama yang memimpin Unitomo. ’’Saya ingin bisa menjalani dua-duanya. Sebagai rektor dan advokat,” katanya.
Sebagai rektor baru Unitomo, Siti tentu memiliki banyak target dan impian dalam mengembangkan kampus tersebut. ’’Saya bersyukur, rektor sebelumnya Pak Bachrul Amiq sudah membangun fondasi-fondasi baru yang kuat. Jadi, kami tinggal melanjutkan dan meningkatkannya,” ungkapnya.
Saat ini Siti akan menyusun kurikulum baru. Dan, yang tidak kalah penting adalah membangun smart campus. ’’Kami mulai membuat program-programnya, webnya juga. Target Juli sudah jadi,” kata dia. Jadi, ke depan kegiatan surat-menyurat dan kegiatan dosen dapat terkoneksi satu dengan lainnya.
Selain itu, dia menargetkan menambah jumlah mahasiswa. Salah satunya dengan melibatkan alumni. ’’Pada saat jaring aspirasi dulu, ternyata banyak alumni yang ingin dilibatkan dalam pengembangan Unitomo. Jadi, kami akan merancang silaturahmi dengan alumni,” imbuhnya.
Siti menuturkan, keinginan ke depan adalah membentuk Dompet Amal Pendidikan Unitomo (Dokuma). Konsep tersebut diambil dari kampus-kampus negeri. Yakni, untuk membesarkan kampus kini tidak perlu hanya dari dalam kampus, tetapi juga bisa melibatkan luar kampus. Salah satunya, alumni.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
