Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 19.07 WIB

Muhammad Januar Rizal, Camat Pabean Cantian yang Membuat Sejumlah Terobosan Pelayanan

BENAHI PELAYANAN: Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal menunjukkan sudut baca di kantornya. Setahun menjabat camat, Rizal membuat sejumlah terobosan. - Image

BENAHI PELAYANAN: Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal menunjukkan sudut baca di kantornya. Setahun menjabat camat, Rizal membuat sejumlah terobosan.

Muhammad Januar Rizal merancang sejumlah terobosan baru saat memimpin Kecamatan Pabean Cantian. Mulai menata ruang pelayanan, menyediakan pojok curhat, hingga ahli isyarat. Inovasinya mendapatkan penghargaan dari Pemkot Surabaya.

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

SETAHUN bertugas sebagai camat di Pabean Cantian, Muhammad Januar Rizal sudah melakukan sejumlah perubahan. Tata ruang pelayanan didesain apik dengan menempel kata-kata motivasi pada dinding ruangan. Loket pelayanan dibuat terbuka. Tidak ada penyekat layaknya ruang layanan di bank.

Rizal juga menambahkan beberapa spot lainnya. Misalnya, perpustakaan serta klinik pelayanan publik dan ruang konsultasi. Ruang konsultasi diperuntukkan sebagai tempat curhat masyarakat. Mereka bisa berkeluh kesah kepada petugas atas masalah yang dialaminya. Baik urusan pribadi maupun persoalan antarwarga.

Sementara itu, klinik pelayanan publik berfungsi memberikan informasi lowongan kerja (loker). Setiap hari, info loker selalu di-update.

Para pelamar kerja bisa menitipkan surat lamarannya pada tempat yang telah disediakan. ”Ada 15 perusahaan yang telah bekerja sama dengan kami (Pabean Cantian). Sejak Juni, lebih dari 30 warga mendapatkan pekerjaan baru,” kata Rizal.

Lewat inovasinya itu, Kecamatan Pabean Cantian diganjar penghargaan sebagai kecamatan dengan sinergisitas kinerja terbaik oleh Pemkot Surabaya. Pabean Cantian mengalahkan 30 kecamatan lainnya.

Rizal menetapkan sejumlah target dalam memimpin Kecamatan Pabean Cantian. Saat kali pertama bertugas, dia langsung menggelar inspeksi pelayanan. Tujuannya mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki.

Pertama, pelayanan pada administrasi kependudukan. Menurut dia, seluruh masyarakat memiliki hak mendapatkan pelayanan kependudukan yang sama. Tidak hanya warga yang sehat. Warga lanjut usia (lansia), warga yang sakit, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) wajib dilayani semua.

Untuk memberikan layanan kepada warga yang memiliki keterbatasan fisik, Rizal merancang program jemput bola. Tim khusus dibentuk. Petugas menjemput mereka untuk datang ke kantor kecamatan melakukan perekaman e-KTP. Setelah urusan selesai, mereka kembali diantar ke rumahnya.

Layanan antar jemput itu diberikan secara gratis. ”Lalu, untuk meningkatkan pelayanan, kantor dilengkapi dengan jalur disabilitas. Kemudian, kami juga menyiapkan ahli isyarat. Petugasnya diambil dari pegawai lama. Mereka diajarkan menguasai bahasa isyarat,” kata pria berusia 43 tahun itu.

Rizal juga menetapkan waktu maksimal pelayanan. Lima menit, pengurusan harus selesai. Maksimal tujuh menit. Warga yang dilayani pulang dengan membawa solusi.

Untuk menekan angka pengangguran, selain memberikan lapangan pekerjaan, Rizal menggalakkan kegiatan padat karya. Rizal menekankan bahwa ASN harus selalu semangat dan optimistis. (*/c19/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore